
Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 40 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mendapatkan pemahaman mengenai bisnis dan pengelolaan kepelabuhanan dalam sesi pembelajaran yang menghadirkan Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian P3MD yang dirancang untuk memberikan pengalaman dan perspektif langsung kepada peserta mengenai dunia bisnis, operasional, tantangan strategis, serta kepemimpinan. Dalam agenda Understand the Business, peserta mengikuti Pelindo Business 101, Mentor Introduction, dan Strategic Management Dialogue.
Rangkaian pembelajaran tersebut turut dihadiri Direktur SDM dan Umum Pelindo, jajaran Group Head Transformasi Korporasi, Group Head Pengembangan Talenta dan Kinerja, Group Head Akuntansi dan Perpajakan, serta Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong. Sejumlah perwakilan dari Pelindo Regional 2, PMLI, IPC TPK, Pelindo Jasa Maritim, dan Jasa Armada Indonesia Tbk. juga terlibat dalam rangkaian kegiatan site journey.
Dalam sesi Strategic Management Dialogue, Budi Prasetio berbagi perspektif mengenai bagaimana bisnis kepelabuhanan dijalankan sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai proses dan pemangku kepentingan. Menurutnya, memahami bisnis secara utuh menjadi salah satu bekal penting bagi calon pemimpin ketika menghadapi persoalan yang kompleks.
“Ketika kita berbicara tentang bisnis pelabuhan, yang kita kelola bukan hanya terminal atau kapal. Di dalamnya ada banyak pihak, proses, dan kepentingan yang harus berjalan bersama. Karena itu, seorang pemimpin perlu mampu melihat hubungan antara satu keputusan dengan dampaknya terhadap keseluruhan ekosistem,” ujar Budi.
Setelah sesi pembelajaran, peserta mengikuti rangkaian site journey untuk melihat aktivitas kepelabuhanan secara langsung. Agenda tersebut mencakup kunjungan ke sejumlah fasilitas dan titik operasional, mulai dari Museum Maritim Indonesia, Planning & Control Room, terminal petikemas dan nonpetikemas, hingga area dermaga.
Rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai keterhubungan antara perencanaan, pengambilan keputusan, aktivitas terminal, hingga pelayanan kapal dalam satu ekosistem kepelabuhanan.
Bagi Budi, pengalaman langsung di lapangan membantu peserta melihat bahwa pengambilan keputusan dalam bisnis tidak berdiri sendiri. Setiap keputusan dapat berkaitan dengan proses lain dan berdampak pada berbagai pihak yang berada dalam ekosistem yang sama.
“Pemimpin harus terbiasa melihat persoalan dari berbagai sudut. Apa yang terlihat sederhana di satu titik bisa memiliki dampak yang panjang pada proses lainnya. Di situlah kemampuan untuk memahami konteks dan mengambil keputusan menjadi penting,” kata Budi.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai tantangan yang dihadapi industri kepelabuhanan, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, dan memanfaatkan teknologi dalam mendukung kegiatan operasional.
Keterlibatan Pelindo dalam P3MD juga sejalan dengan arahan strategis Danantara dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan di lingkungan BUMN. Pengembangan talenta menjadi bagian penting untuk memastikan transformasi dan peningkatan kinerja perusahaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Transformasi perusahaan pada akhirnya sangat bergantung pada orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, membangun cara berpikir strategis dan keberanian untuk terus belajar menjadi investasi penting bagi pemimpin masa depan,” ujar Budi.
Melalui kegiatan tersebut, Pelindo Regional 2 turut memberikan pengalaman mengenai bagaimana pelabuhan dikelola dari sisi bisnis, operasional, hingga koordinasi berbagai pemangku kepentingan. Pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta P3MD mengenai pengambilan keputusan dan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika dunia usaha.
“Yang kami harapkan, peserta tidak hanya memahami bagaimana sebuah pelabuhan bekerja, tetapi juga melihat mengapa setiap proses dan keputusan di dalamnya harus dikelola dengan perspektif yang lebih luas,” pungkas Budi.(ahmad)
























