Wartatrans.com, JAKARTA – Timnas Indonesia bermain 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026).
Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi empat poin, sama dengan Malaysia, tetapi berada di posisi kedua karena kalah selisih gol.
Duel tersebut menjadi pertemuan ke-86 kedua negara. Sebelum laga, Malaysia unggul tipis dengan 34 kemenangan, Indonesia 33 kemenangan, dan 18 pertandingan berakhir imbang.
Dalam sejarah modern, Indonesia pernah menang 5-1 atas Malaysia di GBK pada fase grup Piala AFF 2010, sedangkan pertemuan kompetitif terakhir berakhir 4-1 untuk Indonesia pada Piala AFF 2020 di Singapura, 19 Desember 2021.
Laga 2026 kembali menghadirkan situasi dramatis. Gol Justin Hubner pada menit keempat dianulir, lalu Indonesia kehilangan Thom Haye pada menit ke-37 setelah kartu merah langsung. Garuda harus bermain dengan 10 pemain hingga pertandingan berakhir.
Malaysia kemudian lebih dominan dengan penguasaan bola 63 persen. Malaysia melepaskan 18 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran, sedangkan Indonesia mencatat empat tembakan dengan satu tepat sasaran.
Pelatih John Herdman menilai kondisi tersebut memperlihatkan ikatan antarpemain.
“Mereka berjuang bahu-membahu. Itulah yang terjadi. Saya bangga pada mereka. Sungguh bangga pada mereka secara pribadi,” ujarnya usai laga.
“Saat saya mendengar dan merasakan kembali energi itu di 20 menit terakhir… sungguh luar biasa. Itu adalah faktor pembeda yang nyata bagi negara ini, bagi para pemain kita.”
Kapten Kevin Diks menyebut kartu merah Haye mengubah sasaran pertandingan.
“Jelas terjadi perbedaan tujuan dari pertandingan ini setelah kartu merah Thom Haye. Kami harus berjuang sekuat tenaga,” kata Diks.
Dari sisi animo, sebanyak 56.000 tiket tercatat terjual hingga pukul 12.00 WIB.
Namun, saat kick-off, sejumlah tribune SUGBK masih terlihat memiliki banyak kursi kosong berdasarkan pantauan di stadion.
Persaingan Grup A belum selesai. Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi empat poin, sedangkan Singapura memiliki tiga poin setelah menang 1-0 atas Bangladesh.
Kamis (1/10/2026), Indonesia menghadapi Bangladesh, sementara Malaysia melawan Singapura.
Laga terakhir fase grup menjadi momentum bagi penyelenggara untuk kembali menarik penonton sekaligus mempertahankan aktivitas ekonomi sekitar stadion hingga penentuan final. (Artha Tidar)



























