Wartatrans.com, FAKFAK — Turnamen Futsal Bupati Cup 2026 di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, bukan sekadar perhelatan olahraga biasa. Di balik gemuruh sorakan penonton dan derasnya kompetisi di lapangan, tersimpan sebuah gagasan besar yang dicanangkan oleh Ketua Komisi Disiplin, Abram Renmeuw. Dalam wawancara eksklusif yang berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, ia membeberkan filosofi di balik kemasan turnamen yang mengusung konsep “More Than a Game”.
“Dengan tema utamanya Fair Play, Respect, dan Solidarity, kami ingin menegaskan bahwa futsal bukan hanya pertandingan, tapi futsal adalah lebih dari sekadar menang dan kalah,” tutur Abram membuka perbincangan. Menurutnya, esensi turnamen ini harus dimaknai sebagai upaya pembentukan komunitas yang melampaui batas olahraga, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan ekosistem anak muda di Fakfak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas komunitas yang sejak awal digandeng oleh panitia. Abram menyebutkan keterlibatan komunitas Hip-Hop Fakfak, Natmak Town Legendary, serta sejumlah komunitas hip-hop lainnya, komunitas fotografi dan videografi, hingga komunitas seni. Salah satu wujud nyatanya adalah galeri karya Elias Hindom yang dipajang di pintu masuk GOR, memberikan ruang apresiasi bagi talenta seni lukis anak Fakfak.
“Orang juga bisa lihat, anak Fakfak juga bisa melukis, dan lukisannya sangat luar biasa. Ini jadi wadah untuk semua anak muda bisa bersatu dalam satu ekosistem anak muda Fakfak khususnya,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Lebih lanjut, Abram menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak agar semakin memberikan perhatian terhadap komunitas-komunitas pemuda. Ia menekankan pentingnya inklusi agar tidak ada lagi komunitas yang merasa ditinggal, melainkan semuanya menjadi bagian dalam membangun Fakfak secara profesional ke depan.
“Kita berproses supaya anak muda Fakfak lebih tampil. Mungkin dengan Futsal Kabupaten Fakfak, di HUT Kabupaten Fakfak juga panitia besar bisa melibatkan banyak anak muda berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan seremonial, musik, olahraga, dan lain-lain. Sehingga anak Fakfak mendapat tempat dan ruang untuk mengembangkan hobi serta profesionalismenya ke depan,” pungkasnya.
Melalui Bupati Cup 2026, Abram Renmeur tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai penegak disiplin di lapangan, tetapi juga menunaikan peran sebagai arsitek masa depan anak muda Fakfak, sebuah visi yang menjadikan futsal sebagai pintu gerbang menuju kebangkitan ekosistem kreatif dan profesional generasi muda Papua Barat.*** (ASAH)


























