Wartatrans.com, JAKARTA – Menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi warga perantauan menjadi semangat Keluarga Masyarakat Langsa (KEMALA) Aceh di Jabodetabek menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga asal Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026). Acara semakin istimewa dengan kehadiran penceramah Syech Ahmad A. Alsafadi dari Palestina.
Safrul Riza Yudistara yang dikenal dengan sapaan Panglima Langit dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena KEMALA masih konsisten menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan wujud kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus kesempatan memperkuat persaudaraan masyarakat Langsa yang tinggal di wilayah Jabodetabek.
“Alhamdulillah, KEMALA setiap tahun bisa menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi salah satu bukti kecintaan kami kepada junjungan kita, Rasulullah SAW. Semoga melalui kegiatan ini, persaudaraan dan kebersamaan keluarga besar Langsa semakin erat,” ujar Safrul.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi KEMALA, Agam Sayuti, mengaku bersyukur karena tahun ini panitia berhasil menghadirkan Syech Ahmad A. Alsafadi dari Palestina.
Ia mengungkapkan, menghadirkan ulama tersebut bukan perkara mudah mengingat padatnya agenda dakwah yang harus dijalani Syech Ahmad di berbagai daerah.
“Syech Ahmad termasuk penceramah yang sangat laris dan jadwal dakwahnya padat. Bahkan, subuh tadi beliau baru tiba dari Pekanbaru dan langsung memenuhi undangan kami di acara ini. Kami sangat bersyukur beliau bisa hadir bersama keluarga besar KEMALA,” ungkap Agam.
Dalam tausiyahnya, Syech Ahmad A. Alsafadi mengajak jamaah memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui perilaku dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan, masih banyak orang yang mengaku mencintai Nabi Muhammad SAW, tetapi belum sungguh-sungguh menjalankan sunah dan ajaran yang telah dicontohkan Rasulullah.
“Kalau kita benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, pertanyaannya sederhana, sudahkah kita mengikuti apa yang beliau ajarkan? Jangan hanya mengaku cinta kepada Nabi, tetapi membaca Al Quran saja kita jarang, berselawat pun belum menjadi kebiasaan setiap hari,” pesan Syech Ahmad.
Ia juga mengajak jamaah membiasakan membaca Al Quran dan menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman hidup. Menurutnya, setiap Muslim perlu melakukan introspeksi, termasuk mempertanyakan kapan terakhir kali menamatkan bacaan Al Quran.
Syech Ahmad menegaskan, peringatan Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum memperbaiki kualitas keimanan, meningkatkan ibadah, menjaga salat lima waktu, memperbanyak selawat, serta meneladani akhlak Rasulullah.
Melalui kegiatan tersebut, KEMALA berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai religius, kepedulian, dan solidaritas di tengah keluarga besar masyarakat Langsa di perantauan.
Kebersamaan ratusan warga Langsa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa jarak dan kesibukan tidak menghalangi masyarakat Aceh untuk menjaga tradisi, identitas, serta ikatan persaudaraan di tanah rantau.*** (byl)






















