Wartatrans.com, JAKARTA – Presenter dan aktor Krisna Mukti tak menampik bahwa mencari pekerjaan di dunia hiburan saat ini bukan perkara mudah. Setelah cukup lama tak menghiasi layar televisi, pria yang dikenal lewat program Buletin Sinetron di RCTI itu kini memanfaatkan media sosial untuk tetap berkarya sekaligus menjaga eksistensinya.
Bagi Krisna, media sosial bukan sekadar tempat berbagi aktivitas, melainkan ruang baru untuk menyalurkan kreativitas dan mempertahankan hubungan dengan rekan-rekan lama di industri hiburan.
“Sekarang televisi sudah tidak mau memanfaatkan tenaga kita. Jadi, mau tidak mau saya harus mencari tempat lain untuk berekspresi. Media sosial menjadi tempat saya mengekspresikan jiwa seni,” kata Krisna Mukti saat ditemui seusai menjadi pembawa acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Keluarga Masyarakat Langsa (Kemala) Jabodetabek di Masjid Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2026.
Krisna mengaku menikmati perkembangan teknologi digital yang memberinya kesempatan untuk tetap aktif di dunia hiburan. Melalui media sosial, ia tidak hanya bisa menunjukkan kemampuan seninya, tetapi juga kembali menjalin komunikasi dengan teman-teman yang sudah lama tidak ditemui.
Menariknya, komunikasi yang terjalin melalui media sosial ternyata bisa membuka peluang pekerjaan.
Salah satunya adalah kesempatan menjadi pembawa acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Tawaran tersebut datang dari sahabat lamanya, Ratna Listy.
“Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang tidak terduga dari silaturahmi melalui media sosial. Seperti menjadi MC acara ini. Saya bertemu lagi dengan Ratna Listy lewat media sosial, kemudian dia menawarkan pekerjaan ini,” tuturnya.
Karena tawaran tersebut datang dari seorang sahabat, Krisna mengaku tidak terlalu mempersoalkan urusan honorarium.
“Kalau teman yang minta tolong, saya tidak bisa pasang tarif. Apalagi sekarang mendapatkan pekerjaan bukan perkara gampang,” ujarnya terus terang.
Ketika ditanya mengenai aktivitas dan kesibukannya saat ini, Krisna pun menjawab dengan gaya santai, tetapi cukup menggambarkan kondisi yang tengah dihadapinya.
“Pekerjaan saya sekarang cari job,” selorohnya sambil bersiap kembali memandu acara.
Pernyataan spontan itu mengundang senyum. Namun, di balik candanya, terselip realitas bahwa persaingan di industri hiburan semakin ketat. Bagi Krisna Mukti, selama masih ada kesempatan untuk berkarya, panggung mana pun bisa menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan.*** (byl)






















