Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Lukisan “Kawan-Kawan Revolusi” karya maestro seni rupa Indonesia, S. Sudjojono, bukan sekadar karya seni yang merekam suasana perjuangan kemerdekaan. Lukisan yang dibuat pada 1947 tersebut menyimpan kisah heroisme, persahabatan, dan pengorbanan para pejuang Republik Indonesia.
Kisah di balik lukisan legendaris itu kembali diangkat melalui program Setnegpedia dalam edisi KISI (Kisah Benda Seni Istana), yang kali ini menyoroti koleksi Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Lukisan “Kawan-Kawan Revolusi” menggambarkan Sudjojono bersama 18 orang kawan seperjuangannya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari seniman yang tergabung dalam Seniman Indonesia Muda (SIM), tentara Republik, hingga anggota laskar rakyat.
Di antara sosok yang diabadikan dalam lukisan tersebut terdapat Dullah, seorang anggota laskar rakyat yang dikenal karena keberaniannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Dullah dikisahkan gugur dalam aksi heroik menghancurkan tank Belanda. Kehadirannya dalam lukisan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui pertempuran bersenjata, tetapi juga melibatkan para seniman dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui karya tersebut, S. Sudjojono menghadirkan potret persahabatan sekaligus semangat kolektif para pejuang pada masa revolusi. Lukisan ini juga menjadi dokumentasi visual yang merekam wajah-wajah manusia di balik sejarah perjuangan bangsa.
Pengangkatan kisah “Kawan-Kawan Revolusi” melalui Setnegpedia KISI menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali kekayaan benda seni koleksi Istana Kepresidenan kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar karya seni, lukisan tersebut menyimpan jejak sejarah, nilai patriotisme, dan pengingat tentang pengorbanan orang-orang yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia.*** (Priyo)


























