Wartatrans.com, PADANG PANJANG — Sanggar Matahari Jakarta bekerjasama dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia atas dukungan Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan workshop Apresiasi Sastra bidang Musikalisasi Puisi 27-30 Oktober 2026.
Workshop dipusatkan di Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia di Aie Angek, Sumatera Barat. Geliat ini menjadi titik awal setelah vakum sejak tahun 2014 dan masa pandemi. Workshop Apresiasi Sastra resmi dibuka pada Selasa, 27 Oktober 2026 oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumbar Rahmat SAg, MHum.
Acara pembukaan yang meriah ini diisi dengan penampilan pembacaan puisi khas dari tiga penyair ternama: Sulaiman Djuned, Irmansyah, Fikar W.Eda dan Davies Sanggar Matahari.
Workshop ini diikuti oleh 50 orang peserta terpilih yang merupakan siswa sekolah menengah dan sederajat dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Davies Ketua Panitia dari Sanggar Matahari.
Merawat Tradisi Sastra dan Menumbuhkan Kreativitas Generasi Muda
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, S.Ag., M.Hum., hadir untuk membuka acara secara resmi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.
”Ini kegiatan sangat penting dalam rangka meningkatkan apresiasi sastra, khususnya untuk bidang musikalisasi puisi,” ujar Rahmat dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Devie Matahari menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan workshop ini adalah membekali para siswa dengan pengetahuan mendalam mengenai proses penciptaan karya musikalisasi puisi. Materi praktik ini dipandu langsung oleh para personel Sanggar Matahari.
Selain musikalisasi puisi, para peserta juga mendapatkan materi mendalam mengenai teknik penciptaan puisi dan sejarah perkembangan musikalisasi puisi di Indonesia yang disampaikan oleh penyair nasional Fikar W.Eda dan penyair asal Sumatera Barat, Irmansyah.

Tiga penyair: Irmansyah, Sulaiman Djuned dan Fikar W Eda.
Momentum Kebangkitan Rumah Puisi Taufiq Ismail
Mewakili pihak penyelenggara lokal, Muhammad Subhan menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara ini. Ia mengenang bahwa setelah terakhir kali aktif pada tahun 2014 dan sempat terhenti karena pandemi COVID-19, baru kali ini Rumah Puisi kembali menggelar acara workshop skala besar.
”Semoga kegiatan seperti ini terus mengisi Rumah Puisi secara berkala di masa mendatang,” ungkap Muhammad Subhan, yang juga dikenal sebagai penyair dan esais produktif asal Padang Panjang.
Melalui sinergi antara Kementerian Kebudayaan RI, Sanggar Matahari Jakarta, dan Rumah Puisi Taufiq Ismail ini, diharapkan lahir generasi muda sastrawan dan pegiat seni musikalisasi puisi yang handal, kreatif, serta mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional.*** (FWE)


























