Wartatrans.com, FAKFAK — Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Sorong merilis proyeksi kualitas udara untuk wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam rentang tiga hari ke depan, yakni, 29 hingga 31 Oktober 2026. Berdasarkan pengolahan data konsentrasi partikulat halus PM2.5, dinamika kualitas udara di kedua provinsi tersebut menunjukkan variasi yang perlu dicermati, terutama menjelang akhir periode prakiraan.
Partikulat PM2.5 merupakan partikel udara berukuran kurang dari 2,5 mikron yang memiliki potensi dampak signifikan terhadap kesehatan respirasi dan kardiovaskular. Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan untuk PM2.5 dalam periode 24 jam adalah 55 µg/m3. Dengan demikian, konsentrasi yang melampaui ambang tersebut dikategorikan sebagai kondisi tidak sehat.
Pada tanggal 29 Oktober 2026, mayoritas wilayah diproyeksikan berada dalam kategori BAIK (0–15,5 µg/m3), meliputi Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Tambrauw, dan Teluk Wondama. Sementara itu, sejumlah kabupaten/kota, Fakfak, Kaimana, Kota Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, dan Teluk Bintuni, diperkirakan berada pada kategori SEDANG (15,6–55,4 µg/m3).
Memasuki 30 Oktober 2026, terjadi pergeseran spasial kategori kualitas udara. Kota Sorong, Manokwari, Maybrat, Pegunungan Arfak, Sorong, dan Tambrauw diprakirakan berada pada kategori BAIK. Adapun Fakfak, Kaimana, Manokwari Selatan, Raja Ampat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama diproyeksikan berada pada kategori SEDANG.
Puncak perhatian tertuju pada 31 Oktober 2026, ketika Kabupaten Fakfak diprakirakan mengalami penurunan kualitas udara ke kategori TIDAK SEHAT (55,5–150,4 µg/m3). Sementara itu, Kaimana, Maybrat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama berada pada kategori SEDANG, sedangkan Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong, dan Tambrauw tetap pada kategori BAIK.
Analis on duty Stasiun PAG Sorong, Shelin Melinda, S.Tr., menyampaikan bahwa informasi ini disusun sebagai bentuk diseminasi data kepada masyarakat pengguna informasi meteorologi, klimatologi, dan kualitas udara (MKKuG). “Prakiraan ini diharapkan menjadi acuan dini bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara, khususnya di wilayah yang diprakirakan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi kualitas udara secara berkala melalui kanal resmi Stasiun PAG Sorong, serta mengambil langkah preventif yang proporsional, seperti mengurangi aktivitas luar ruang berkepanjangan di wilayah dengan kategori tidak sehat dan menggunakan pelindung pernapasan bila diperlukan.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs web gawsorong.id, telepon/WhatsApp 08114807715, surel stasiunpagsorong@gmail.com, serta akun media sosial Instagram @spag_sorong dan Facebook Stasiungawsorong.*** (ASAH)






















