Wartatrans.com, JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM), sebagai bagian dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,15 triliun, meningkat 5,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,09 triliun. Capaian ini mencerminkan keberlanjutan aktivitas usaha Perseroan dalam mendukung layanan kepelabuhanan dan logistik maritim Indonesia.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp1,11 triliun atau sekitar 96,51% dari total pendapatan. Segmen ini didukung oleh jasa penundaan kapal sebesar Rp1,05 triliun tumbuh 7,74% YoY, serta jasa pemanduan sebesar Rp58,80 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan lainnya tercatat sebesar Rp40,18 miliar meningkat 8,70% YoY. Kinerja tersebut menunjukkan peran strategis layanan penundaan kapal dalam menopang pertumbuhan pendapatan Perseroan.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan tetap mencermati dinamika biaya operasional. Hingga September 2026, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp941,23 miliar dari Rp824,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak pada laba bruto yang tercatat sebesar Rp210,42 miliar, dibandingkan Rp269,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp94,13 miliar, dibandingkan Rp140,67 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar. Menghadapi kondisi tersebut, IPCM terus memprioritaskan efektivitas pola operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta pengelolaan pemeliharaan kapal secara terencana untuk menjaga keandalan layanan dan mendukung peningkatan profitabilitas secara berkelanjutan.
Pertumbuhan pendapatan pada Triwulan III 2026 didukung oleh optimalisasi pola operasi yang membuat pemanfaatan armada lebih baik, pelayanan kepada pelanggan lebih responsif sehingga waktu tunggu kapal di pelabuhan semakin singkat. Perseroan juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pendukung, seperti pemanfaatan inverter/hybrid, solar panel, shore connection dan harbour generator pada saat kapal tidak beroperasi penuh, sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan Pelindo Group serta memperluas peluang pasar di luar ekosistem Pelindo guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Dwi Rahmad Toto, menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan pada Triwulan III 2026 menjadi bukti bahwa IPCM tetap mampu bertumbuh dan menjaga eksistensinya di tengah berbagai tekanan industri dan tantangan ekonomi. “Ke depan, IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan, yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif. Kami meyakini langkah tersebut akan memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham” ujar Toto.
Di tengah upaya memperkuat kinerja operasional, IPCM tetap menjaga fundamental keuangan dan pengelolaan aset secara prudent. Hingga 30 September 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1,75 triliun, meningkat 1,98% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,71 triliun. Aset lancar juga meningkat 5,53% menjadi Rp1,07 triliun dari Rp1,02 triliun pada akhir 2025. Selain itu, Perseroan mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp165,77 miliar. Capaian ini menjadi salah satu indikator kapasitas operasional Perseroan dalam menghasilkan kas untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Ke depan, IPCM berkomitmen untuk memperkuat kinerja melalui peningkatan produktivitas armada, efektivitas pola operasional, pengembangan pasar, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Pelindo Group. Dengan mengedepankan keselamatan, keandalan layanan, tata kelola perusahaan yang baik, dan prinsip keberlanjutan, Perseroan terus berupaya menjaga ketahanan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem maritim Indonesia dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.(ahmad)























