Wartatrans.com, FAKFAK — Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR2KP) menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah merencanakan rekonstruksi sumber air di Air Besar, pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta penambahan bak reservoir guna memperkuat kapasitas penampungan dan distribusi air bersih.
Program tersebut diarahkan untuk mengatasi kendala pelayanan air bersih yang selama ini masih dirasakan masyarakat, terutama ketika Kabupaten Fakfak memasuki musim kemarau panjang. Pengembangan infrastruktur direncanakan juga berfokus pada Distrik Teluk Patipi, kemudian dilanjutkan secara bertahap di Distrik Kokas dan Distrik Kramongmongga.
Kepala Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Baharudin Lahadaliah, S.Sos., M.Si., MM., menjelaskan bahwa persoalan air bersih di Fakfak tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan sumber air. Tantangan utama juga terletak pada kemampuan infrastruktur untuk mengolah, menampung, dan mendistribusikan air sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026), Baharudin mengungkapkan bahwa hasil penelitian dan identifikasi menunjukkan Kabupaten Fakfak memiliki potensi sumber daya air yang besar, termasuk ketika memasuki musim kemarau.
Ia menjelaskan, hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan BAPPERIDA Kabupaten Fakfak, serta pengumpulan data primer oleh Dinas PUPR2KP di sumber air Air Besar, menunjukkan bahwa debit air di lokasi tersebut pada kondisi normal mencapai sekitar 4.000 liter per detik.

“Berdasarkan hasil penelitian dan pengambilan data primer yang telah dilakukan, produksi air di Air Besar pada musim normal mencapai kurang lebih 4.000 liter per detik,” ujar Baharudin.
Menurut dia, potensi tersebut tetap tersedia meskipun wilayah Fakfak mengalami musim kemarau. Berdasarkan data yang disampaikannya, debit air di Air Besar masih mencapai sekitar 1.600 liter per detik saat kemarau, sedangkan kebutuhan air masyarakat berdasarkan data PDAM berada pada kisaran 70 liter per detik.
“Artinya, dari sisi ketersediaan sumber daya air, kita memiliki potensi yang sangat besar. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,”
Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Sumber Daya Air, untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan pelayanan air bersih secara berkelanjutan.
Baharudin menyampaikan bahwa usulan pemerintah daerah telah memperoleh respons positif dari pemerintah pusat. Salah satu rencana yang dipersiapkan untuk tahun anggaran 2027 adalah rekonstruksi sumber air di Air Besar, disertai peningkatan dan perluasan SPAM, terutama untuk mendukung pelayanan di wilayah Teluk Patipi.
Selain penguatan sumber air dan pengembangan jaringan SPAM, penambahan bak reservoir juga menjadi bagian dari rencana pembangunan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penampungan air sekaligus mendukung kelancaran distribusi kepada masyarakat di wilayah sasaran.
Menurut Baharudin, besarnya potensi sumber air harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Tanpa sistem pengolahan, penampungan, dan distribusi yang baik, ketersediaan air di sumbernya belum tentu dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
Karena itu, perencanaan pembangunan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemanfaatan sumber air hingga penyalurannya kepada pelanggan. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur tidak hanya meningkatkan kapasitas pelayanan, tetapi juga diharapkan mampu memperluas jangkauan akses air bersih bagi masyarakat.
Rencana pengembangan infrastruktur air bersih tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Fakfak, khususnya pada musim kemarau panjang.
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, serta aktivitas rumah tangga sehari-hari. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pelayanan air bersih menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Baharudin menyatakan optimistis bahwa program yang direncanakan tersebut dapat membantu mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih, terutama pada periode ketika ketersediaan air menjadi perhatian utama.
“Kami optimistis, dengan program ini, masyarakat Kabupaten Fakfak tidak lagi menghadapi kesulitan air bersih, terutama pada musim-musim tertentu,” pungkasnya.
Dengan potensi sumber air yang besar serta rencana penguatan infrastruktur yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2027, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kesenjangan antara ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat dapat semakin dikurangi.
Meski demikian, keberhasilan program tersebut akan bergantung pada realisasi pembangunan, kesiapan jaringan distribusi, serta pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan. Pasalnya, keberadaan sumber air yang melimpah perlu didukung sistem pelayanan yang andal agar air bersih dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Melalui rencana pembangunan ini, pemerintah daerah berharap pelayanan air bersih di Kabupaten Fakfak semakin baik dan berkesinambungan, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut dengan lebih mudah, termasuk ketika musim kemarau panjang berlangsung.*** (ASAH)






















