Wartatrans.com, JAKARTA – Anak-anak nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berinovasi dan merintis usaha. Melalui ajang Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026, mereka berkesempatan mengembangkan ide bisnis sekaligus menguji kemampuan berwirausaha di tingkat nasional.
Tiga peserta terbaik ditetapkan sebagai juara dalam Demo Day MEA 2026 di Malang, Sabtu (24/10/2026). Mereka terpilih dari 10 finalis yang merupakan anak nasabah PNM Mekaar sekaligus penerima Beasiswa PNM.
Kayla Aprilia dari Bangka Belitung meraih juara pertama melalui usaha Skay Soufflecake. Posisi kedua ditempati Kesya Deswita Sari dari Magelang dengan produk Cascara Tea, sedangkan Talitha Maritza Rafa Hendrian dari Cirebon meraih juara ketiga lewat Moringo Bomboloni.
Ajang ini menjadi puncak perjalanan peserta yang sebelumnya mengikuti Jambore Beasiswa PNM x MEA di Magelang pada September 2026. Dari 50 peserta yang mengikuti pendampingan daring selama empat pekan, terpilih 10 finalis untuk menjalani pembinaan lanjutan.
Mereka mendapat pelatihan menyusun Business Model Canvas, membuat prototipe produk, membangun identitas merek, hingga menghitung harga jual. Dalam Demo Day yang didukung Institut Asia Malang, para peserta mempresentasikan ide bisnis beserta perkembangan produk mereka.
Kreativitas para finalis terlihat dari beragam usaha yang dikembangkan, mulai dari produk makanan dan minuman hingga kerajinan. Sejumlah peserta bahkan mencoba mengolah bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti teh berbahan kulit kopi, pot dari botol bekas, serta tas tumbler dari kain jeans dan kain perca.
Mentor MEA 2026, Dr. Puji Subekti, S.Si., M.Si., menilai pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memberikan akses dan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengembangkan potensi mereka.
“Melihat anak-anak nasabah PNM mendapatkan beasiswa, berani bermimpi, dan mulai merintis bisnis mengajarkan saya bahwa kesempatan yang tepat dapat melahirkan masa depan yang hebat,” kata Puji.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang tumbuh menjadi wirausaha mandiri dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pengalaman mengikuti MEA juga dirasakan langsung oleh Kesya Deswita Sari, peraih juara kedua. Ia memperoleh tambahan pengetahuan mengenai bisnis dan teknik presentasi atau pitching, sekaligus kesempatan membangun jejaring pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah.
Ibu Kesya, yang juga merupakan nasabah PNM Mekaar, menilai program tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan rasa percaya diri dan memperluas wawasan.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary S., mengatakan keberhasilan peserta tidak semata-mata diukur dari gelar juara. Menurut dia, proses merancang ide, mengenali kebutuhan pasar, mengembangkan produk, dan mengambil keputusan merupakan bekal penting dalam membangun usaha.
“Dalam membangun sebuah usaha, yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun model bisnis, memperbaiki produk, dan mengambil keputusan berdasarkan proses yang dijalani,” ujar Dodot.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi berskala nasional dapat membentuk mental pejuang, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong anak-anak nasabah untuk melanjutkan pengembangan usaha mereka.
PNM juga akan memantau perkembangan bisnis para peserta setelah Demo Day. Langkah ini diharapkan membantu mereka memperkuat usaha agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan menjawab kebutuhan pasar.
Melalui MEA 2026, PNM menegaskan komitmennya mendukung masa depan anak-anak nasabah, tidak hanya melalui akses pendidikan dan beasiswa, tetapi juga dengan membekali mereka keterampilan kewirausahaan serta kepemimpinan.
Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera untuk membangun usaha yang berkelanjutan, mandiri, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.*** (byl)























