Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meluncurkan lima inovasi layanan melalui Program Reactivation Campaign #AyoNaikKereta untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta api sekaligus memperkuat kenyamanan pelanggan selama perjalanan.
Peluncuran program tersebut digelar di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Lima inovasi yang diperkenalkan meliputi AI Services Agent KAI121 Kaila, Extra Seat 50 Persen, Warteg On Train, The Nusantara Explorer, dan Rame Deals.
Direktur Komersial KAI Dendy Kurniawan mengatakan, pengaktifan kembali kampanye #AyoNaikKereta menjadi upaya perusahaan untuk menjadikan kereta api bukan sekadar moda transportasi, melainkan bagian dari gaya hidup masyarakat.
Menurut Dendy, kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan untuk berwisata, menghabiskan akhir pekan, hingga mencari pengalaman baru menjadi peluang bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Ya, hari ini kita mereaktivasi lagi mengenai kampanye ‘Ayo Naik Kereta’. Jadi ini bukan bukan tagline yang baru, dulu sudah pernah ada nih di KAI Indonesia. Jadi kita reaktifkan kembali dengan tujuan untuk meningkatkan animo masyarakat bepergian dengan kereta api,” kata Dendy dalam peluncuran di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan layanan dilakukan dari tahap pencarian informasi, pemesanan tiket, hingga pengalaman pelanggan selama berada di dalam kereta.
Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah AI Services Agent KAI121 Kaila, layanan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk memudahkan pelanggan mendapatkan informasi perjalanan kereta api. Pengembangan layanan ini dilakukan secara bertahap, termasuk untuk membantu proses pemesanan tiket.
Melalui layanan tersebut, pelanggan diharapkan dapat memperoleh informasi perjalanan dengan lebih praktis tanpa harus mencari informasi dari berbagai sumber secara terpisah.
Inovasi kedua adalah Extra Seat 50 Persen, fasilitas yang memungkinkan pelanggan membeli kursi di sebelah tempat duduknya dengan harga 50 persen. Layanan ini ditujukan untuk memberikan ruang lebih luas dan kenyamanan tambahan, terutama bagi pelanggan yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Dendy mengatakan, mekanisme dan platform layanan tersebut masih difinalisasi. KAI berharap fasilitas itu dapat mulai diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Penerapannya tidak akan dilakukan di seluruh perjalanan kereta api, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keterisian penumpang pada relasi tertentu.
Selain itu, pemesanan harus mengikuti ketentuan pembelian tiket secara daring dengan mencantumkan nama penumpang sejak awal untuk mencegah penyalahgunaan.
“Harus syarat pembelian online biasa, tapi memang untuk nama-namanya harus didaftarkan di awal. Nah, ini kata menghindari juga nanti terjadinya penyalahgunaan,” ujarnya.
Inovasi ketiga, Warteg On Train, menghadirkan pilihan makanan dengan konsep warung tegal di dalam kereta api. Layanan ini mendapat respons positif saat diuji coba pada perjalanan relasi Gambir-Solo Balapan. Menurut Dendy, makanan yang disediakan bahkan habis sebelum kereta tiba di Stasiun Purwokerto.
KAI berencana menyesuaikan pilihan menu dengan waktu perjalanan dan karakteristik pelanggan. Pada malam hari, misalnya, makanan yang ditawarkan dapat berupa bakso, ronde, dan sekoteng. Sementara itu, pada jam-jam di luar waktu makan utama, pilihan makanan akan dibuat lebih ringan dan praktis.
Menu juga akan dikembangkan dengan mempertimbangkan kekhasan kuliner daerah yang dilalui kereta, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Kita akan terus tingkatkan, baik dari varian makanannya dan juga nanti experience yang didapatkan,” kata Dendy.
Inovasi keempat adalah The Nusantara Explorer, program perjalanan wisata menggunakan kereta api yang sebelumnya telah diluncurkan pada periode Lebaran. KAI kembali menawarkan program ini dengan relasi Gambir-Bandung dan sebaliknya.
Dendy menyebut program tersebut mendapat antusiasme masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya. Penawaran untuk relasi tersebut dijadwalkan berakhir pada pukul 00.00 sesuai keterangan yang disampaikan saat peluncuran.
Sementara itu, inovasi kelima, Rame Deals, ditujukan untuk mempermudah pemesanan perjalanan bagi pelanggan yang bepergian bersama keluarga atau rombongan kecil melalui layanan daring.
KAI akan menyesuaikan penawaran Rame Deals berdasarkan kondisi setiap relasi, termasuk tingkat okupansi kereta. Dengan demikian, program tersebut dapat diarahkan pada perjalanan yang masih memiliki kapasitas penumpang.
Dendy menegaskan, kelima inovasi tersebut merupakan langkah awal dalam menghidupkan kembali kampanye #AyoNaikKereta. KAI akan terus mengembangkan layanan berdasarkan kebutuhan masyarakat agar perjalanan menggunakan kereta api semakin nyaman dan menarik.
“Tentu juga inovasi yang kita tampilkan hari ini, kita launching, itu hanya permulaan saja, nanti kita akan terus lakukan inovasi-inovasi yang akan kita berikan kepada masyarakat,” tuturnya.(fahmi)
























