Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menyampaikan, pihaknya siap siaga hadapi libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama.
“Di antaranya Prevent Accidents, Accelerate Protection, dan Integrate Safety Actions,” tutur Awaluddin di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ketiganya menjadi landasan dalam memperkuat pencegahan kecelakaan, meningkatkan kecepatan pelayanan korban, serta mengintegrasikan berbagai langkah keselamatan bersama instansi terkait.
Pada aspek Prevent Accidents, Jasa Raharja menurutnya, memprioritaskan pencegahan kecelakaan berbasis risiko.
“Langkah ini dilakukan melalui survei jalur dan penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan dinas perhubungan. Perusahaan juga mendukung penguatan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) angkutan umum serta edukasi keselamatan bagi pengemudi dan pengendara roda dua,” urainya.
Selain itu, optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan pada titik rawan kecelakaan dan jalur wisata.
Intervensi keselamatan tersebut diarahkan dengan mengacu pada data 7.229 titik kecelakaan yang menjadi basis penentuan lokasi prioritas.
Sementara itu, melalui Accelerate Protection, Jasa Raharja memperkuat kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan.
Upaya tersebut mencakup integrasi data IRSMS Polri, DASI Jasa Raharja, dan rumah sakit melalui JR Care.
“Perusahaan juga menyiapkan aktivasi Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat serta kesiapsiagaan personel secara nasional,” ujar dia.
Melalui fokus Integrate Safety Actions, dikatakan Awaluddin, Jasa Raharja memperkuat kolaborasi dan pengendalian keselamatan secara nasional.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah aktivasi Command Center Jasa Raharja yang terhubung dengan posko Kemenhub, Korlantas Polri, dan jaringan kantor wilayah.
“Integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan harian terhadap kejadian kecelakaan, fatalitas, titik rawan, serta kesiapan pelayanan,” ucapnya.
Selain itu, Jasa Raharja mendorong pemanfaatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai wadah untuk menghasilkan tindak lanjut yang lebih cepat dan terukur terhadap berbagai persoalan keselamatan transportasi.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Nataru membutuhkan sinergi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan.
Jasa Raharja berkomitmen memberikan dukungan sesuai mandat dan kapasitasnya, dengan tetap menghormati fungsi serta kewenangan masing-masing institusi.
“Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, kami berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan angkutan Nataru yang aman, lancar, dan berkeselamatan,” tutupnya. (omy)


























