Wartatrans.com, JAKARTA – Film horor Rambut Sewu, Satu Langkah Getih tak sekadar mengandalkan teror untuk menakut-nakuti penonton. Film ini juga mengangkat mitos dan budaya Jawa, sekaligus menyampaikan pesan tentang konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil manusia.
Produser film Mika Entertainment, M Zakir Rasyidin menjelaskan, pengembangan cerita film ini diawali dengan riset selama sekitar tiga bulan. Tim produksi menelusuri cerita-cerita yang berkembang di masyarakat sebelum mengolahnya menjadi skenario.
Menurut Zakir, film horor memiliki ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Karena itu, ia ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya menonjolkan unsur seram, tetapi juga mengandung nilai budaya dan pesan moral.
Salah satu pesan utama film ini berkaitan dengan pilihan hidup. Setiap keputusan yang diambil seseorang, terlebih jika didasari kepentingan pribadi dan merugikan orang lain, memiliki konsekuensi yang tidak selalu bisa diperbaiki.
Makna tersebut juga tercermin dalam judul Satu Langkah Getih. Setiap langkah yang keliru dapat membawa seseorang pada akibat yang sulit dihindari.
“Ketika kita mengambil keputusan dan ternyata akibatnya fatal, kita tidak bisa begitu saja kembali untuk memperbaiki semuanya,” ujar Zakir Rasyidin disampaikan dalam Jumpa Pers usai pres Screening di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan. Senin (26/10/2026)
Tantangan para pemain
Selain mengangkat mitos dan budaya Jawa, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemainnya.
Wafi, salah satu pemain, mengungkapkan bahwa ia harus memerankan dua karakter dengan kepribadian berbeda. Tantangannya semakin besar karena ia juga harus menjalani sejumlah adegan kesurupan dengan karakter yang berbeda-beda.
Untuk membedakan kedua karakter tersebut, Wafi terlebih dahulu membangun latar belakang dan kepribadian masing-masing tokoh. Dengan begitu, perbedaan karakter dapat muncul secara alami melalui pembawaan dan perilaku.
Sementara itu, salah satu pemain perempuan mengaku mengalami tekanan emosional ketika menjalani adegan kekerasan seksual yang dialami karakternya, Marni. Ia bahkan mengaku menangis saat proses pendalaman peran.
Menurutnya, adegan tersebut terasa berat karena ia berusaha memahami kondisi psikologis Marni yang mengalami pelecehan dan harus menghadapi pergulatan batin.
Ia mengapresiasi tim produksi yang memberikan pendampingan dan menjaga kenyamanannya selama proses pengambilan gambar.
Tantangan juga dirasakan pemain yang memerankan seorang ibu. Ia harus menjalani adegan ketika kepalanya dibenturkan ke dinding demi menggambarkan besarnya pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya. Meski adegan tersebut telah dipersiapkan dengan memperhatikan keamanan, ia mengaku tetap merasa takut.
Horor dengan pesan moral
Film ini turut menampilkan karakter yang bersentuhan dengan dunia spiritual dan tradisi Jawa. Sejumlah pemain mengaku harus mempelajari budaya setempat, termasuk cara membawakan karakter dukun, melafalkan mantra, hingga memahami perubahan karakter dari baik menjadi jahat.
Di sisi lain, suasana kebersamaan selama produksi menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain. Meski harus menjalani adegan yang menuntut fisik dan emosi, mereka mengaku terbantu oleh dukungan rekan-rekan sesama pemain serta tim produksi.
Melalui Rambut Sewu, Satu Langkah Getih, para pembuat film berharap penonton tidak hanya mendapatkan pengalaman menonton film horor, tetapi juga membawa pulang refleksi tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan akibat dari pilihan hidup.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 5 November 2026, berdasarkan keterangan dalam acara pengenalan film tersebut.*** (byl)


























