Menu ✖

Mode Gelap
BNI Pastikan Kredit Berkualitas dan Kualitas Aset Terjaga BNI Catat Laba Operasional Tertinggi dalam Sejarah di Kuartal III-2026, Rp27,5 Triliun! FIFGROUP Raih Empat Penghargaan di Ajang Continuous Improvement Convention 2026 BPS Fakfak: Sensus Ekonomi 2026 Sasar Usaha Daring hingga Bisnis Rumahan Perkuat Konektivitas Jawa-Sumatera, KMP Portlink III ASDP Mulai Beroperasi HUT ke-2 Madas Nusantara Meriah, Dihadiri Pejabat Negara dan Ribuan Anggota

SENI BUDAYA

Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih Angkat Mitos Jawa dan Konsekuensi Pilihan Hidup

badge-check


 Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih Angkat Mitos Jawa dan Konsekuensi Pilihan Hidup Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Film horor Rambut Sewu, Satu Langkah Getih tak sekadar mengandalkan teror untuk menakut-nakuti penonton. Film ini juga mengangkat mitos dan budaya Jawa, sekaligus menyampaikan pesan tentang konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil manusia.

Produser film Mika Entertainment, M Zakir Rasyidin menjelaskan, pengembangan cerita film ini diawali dengan riset selama sekitar tiga bulan. Tim produksi menelusuri cerita-cerita yang berkembang di masyarakat sebelum mengolahnya menjadi skenario.

Menurut Zakir, film horor memiliki ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Karena itu, ia ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya menonjolkan unsur seram, tetapi juga mengandung nilai budaya dan pesan moral.

Salah satu pesan utama film ini berkaitan dengan pilihan hidup. Setiap keputusan yang diambil seseorang, terlebih jika didasari kepentingan pribadi dan merugikan orang lain, memiliki konsekuensi yang tidak selalu bisa diperbaiki.

Makna tersebut juga tercermin dalam judul Satu Langkah Getih. Setiap langkah yang keliru dapat membawa seseorang pada akibat yang sulit dihindari.

“Ketika kita mengambil keputusan dan ternyata akibatnya fatal, kita tidak bisa begitu saja kembali untuk memperbaiki semuanya,” ujar Zakir Rasyidin disampaikan dalam Jumpa Pers usai pres Screening di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan. Senin (26/10/2026)

Tantangan para pemain

Selain mengangkat mitos dan budaya Jawa, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemainnya.

Wafi, salah satu pemain, mengungkapkan bahwa ia harus memerankan dua karakter dengan kepribadian berbeda. Tantangannya semakin besar karena ia juga harus menjalani sejumlah adegan kesurupan dengan karakter yang berbeda-beda.

Untuk membedakan kedua karakter tersebut, Wafi terlebih dahulu membangun latar belakang dan kepribadian masing-masing tokoh. Dengan begitu, perbedaan karakter dapat muncul secara alami melalui pembawaan dan perilaku.

Sementara itu, salah satu pemain perempuan mengaku mengalami tekanan emosional ketika menjalani adegan kekerasan seksual yang dialami karakternya, Marni. Ia bahkan mengaku menangis saat proses pendalaman peran.

Menurutnya, adegan tersebut terasa berat karena ia berusaha memahami kondisi psikologis Marni yang mengalami pelecehan dan harus menghadapi pergulatan batin.

Ia mengapresiasi tim produksi yang memberikan pendampingan dan menjaga kenyamanannya selama proses pengambilan gambar.

Tantangan juga dirasakan pemain yang memerankan seorang ibu. Ia harus menjalani adegan ketika kepalanya dibenturkan ke dinding demi menggambarkan besarnya pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya. Meski adegan tersebut telah dipersiapkan dengan memperhatikan keamanan, ia mengaku tetap merasa takut.

Horor dengan pesan moral

Film ini turut menampilkan karakter yang bersentuhan dengan dunia spiritual dan tradisi Jawa. Sejumlah pemain mengaku harus mempelajari budaya setempat, termasuk cara membawakan karakter dukun, melafalkan mantra, hingga memahami perubahan karakter dari baik menjadi jahat.

Di sisi lain, suasana kebersamaan selama produksi menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain. Meski harus menjalani adegan yang menuntut fisik dan emosi, mereka mengaku terbantu oleh dukungan rekan-rekan sesama pemain serta tim produksi.

Melalui Rambut Sewu, Satu Langkah Getih, para pembuat film berharap penonton tidak hanya mendapatkan pengalaman menonton film horor, tetapi juga membawa pulang refleksi tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan akibat dari pilihan hidup.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 5 November 2026, berdasarkan keterangan dalam acara pengenalan film tersebut.*** (byl)

Baca Lainnya

Ihsan Tarore Akui Sempat Khawatir Perankan Ustaz dalam Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih

26 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Tarian Tradisional Fakfak Warnai Penyambutan Danrem 182/JO di Bandara Siboru

26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Lukisan Kulit Kayu Karya Elias Hindom Warnai Bupati Cup 2026 di Fakfak

26 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Ibas Dorong Penguatan Tata Kelola Museum dan Galeri Seni Indonesia

24 Oktober 2026 - 18:43 WIB

HUT Ke-4 MentariTV Hadirkan Pesta Carnival, Keluarga Leslar hingga Bintang D’Academy 7 Siap Meriahkan Panggung

24 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026

24 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari

24 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain

24 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027

24 Oktober 2026 - 00:19 WIB

Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977

23 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Trending di SENI BUDAYA