Menu ✖

Mode Gelap
Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026 Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977 Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

SENI BUDAYA

Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027

badge-check


 Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Film drama komedi bertajuk Banyak Anak Banyak Rejeki produksi Black White Pictures siap tayang bulan Januari 2027. Hal tersebut diungkapkan Fadli Fuad selaku produser film yang banyak dibintangi artis senior.

“Syukur Alhamdulillah film Banyak Anak Banyak Rejeki tayang bulan Januari tahun 2027.” Ujar Fadli kepada awak media di kantornya di bilangan Benhil, Jakarta Pusat. Jumat (23/10/2026)

Film yang dibintangi Elvy Sukaesih, Yatti Surachman, Opie Kumisz Harry De Fretes, Daus Separo, Bopak Castello, Dhawiya Zaida, Nugie, dan Revaldo ini mengusung genre drama komedi romantis, film ini memadukan persoalan keluarga, humor, dan budaya lokal, khususnya kehidupan masyarakat Betawi.

Fadli mengatakan, keterlibatan banyak aktor senior merupakan bagian dari komitmennya untuk memberikan ruang berkarya bagi para pemain film yang telah lama berkiprah di industri hiburan Tanah Air.

“Saya ingin menjadikan Black White Pictures sebagai rumah bagi para aktor legendaris. Saya ingin mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, termasuk ketika usia mereka sudah tidak muda lagi,” ujar Fadli kepada awak media belum lama ini.

Menurut Fadli, pengalaman dan kemampuan para aktor senior menjadi salah satu kekuatan yang ingin ditonjolkan dalam produksi film ini. Ia berharap para pemain dapat terus berkontribusi dalam industri perfilman Indonesia.

Mengangkat Kehidupan Keluarga Betawi

Film Banyak Anak Banyak Rejeki mengisahkan kehidupan Babeh Rojali atau Bang Jali, seorang penggali kubur yang hidup bersama istrinya, Siti Juleha, dan ketiga anak mereka, Hendrik, Ari, serta Laila.

Di tengah kesulitan ekonomi, Bang Jali berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Kehidupan mereka berubah setelah suatu malam ia menemukan bongkahan emas ketika sedang menggali kuburan.

Dua puluh lima tahun kemudian, Bang Jali telah menjadi orang kaya. Namun, perubahan kondisi ekonomi itu justru membawanya memasuki babak kehidupan baru dengan beragam persoalan.

Cerita tersebut mempertanyakan apakah kekayaan benar-benar dapat menghadirkan kebahagiaan. Film ini juga mengajak penonton melihat kembali makna ungkapan “banyak anak banyak rejeki”, yang tidak semata-mata berkaitan dengan materi, tetapi juga tanggung jawab, kasih sayang, dan perjuangan keluarga.

“Cerita ini sederhana, dibumbui komedi, dan mengangkat persoalan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fadli.

Selain menyajikan drama keluarga, film ini menampilkan karakter dan budaya Betawi dalam bingkai keberagaman Indonesia. Sejumlah karakter dari latar belakang suku lain, termasuk Madura dan Jawa Banyumasan, turut dihadirkan untuk memperkaya cerita.

Fadli berharap pendekatan tersebut dapat membantu penonton mengenal dan mengapresiasi budaya lokal sekaligus melihat keberagaman sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

Didukung Puluhan Pemain

Dalam film ini, Fadli Fuad memerankan Hendrik, sementara Elina Joerg menjadi Ningsih Beethoven. Opie Kumis memerankan Babeh Rojali dan Elvy Sukaesih berperan sebagai Umi Siti Juleha.

Pemain lainnya meliputi Revaldo sebagai Ari Rojali, Mandy Edenia sebagai Laila Rojali, Hanif MZ sebagai Hendrik kecil, Hafi Badali sebagai Ari kecil, serta Noia Oren sebagai Laila kecil.

Sejumlah aktor dan komedian lain yang terlibat antara lain Ali Gohom, Bopak Castello, Baba Madun, Yatti Surachman, Rico Michael, Harry De Fretes, Ayu Regina, Nugie, Daus Separo, Qubil AJ, Ageng Kiwi, dan Dhawiya Zaida.

Proses produksi film ini mengambil lokasi di Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Kaka Endi dipercaya menangani ide cerita dan skenario, sedangkan Tyas Asko bertindak sebagai sutradara. Budi Utomo mengisi posisi sinematografer dan Benjamin Aussie bertugas sebagai editor.

Bagi Black White Pictures, proyek ini menjadi bagian dari perjalanan rumah produksi tersebut setelah sebelumnya menggarap Hantu Biang Kerok(2009), Persembahan Terakhir The Moviel (2015), dan Sumur Jiwo 1977 (2024).*** (Byl)

Baca Lainnya

Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977

23 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia

23 Oktober 2026 - 22:05 WIB

NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi

23 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

23 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali

21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Apresiasi Semarak Kebudayaan Kabupaten Bogor, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

21 Oktober 2026 - 12:56 WIB

BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua

21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Trending di SENI BUDAYA