Wartatrans.com, JAKARTA — Rangkaian SANFFEST 2026 tidak hanya menjadi ruang pertemuan sineas lintas negara, tetapi juga membawa misi edukasi. Sejumlah sineas mancanegara turun langsung memberikan workshop perfilman di beberapa daerah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan Brotherhood of SANFFEST, berupa ramah tamah dan pelepasan sineas luar negeri di RA Residence, kawasan Simatupang, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sineas internasional yang terlibat antara lain Faruk Lončarević, sutradara dan penulis skenario; Ahmed Mansour, sineas Palestina; serta Ameen Nayfeh, penulis skenario, produser, dan sutradara.
Melalui workshop di sejumlah daerah, para sineas berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia film, mulai dari proses kreatif, penulisan skenario, penyutradaraan hingga bagaimana film dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai kebudayaan dan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut membuka ruang dialog langsung dengan sineas, komunitas film, serta generasi muda di daerah. SANFFEST ingin membawa pertukaran pengetahuan perfilman internasional lebih dekat kepada masyarakat, tidak hanya terpusat di Jakarta.
Film sebagai Jembatan Antarbangsa
Yayasan Indonesia Mengasuh dan Berbudaya (YIMB), yang diketuai Putra Gara dengan Harry Jabb sebagai pembina, menjadi penanggung jawab kegiatan SANFFEST.
Menurut Putra Gara, kehadiran sineas internasional ke sejumlah daerah merupakan bagian dari semangat SANFFEST untuk menjadikan film sebagai jembatan kebudayaan dan persaudaraan antarbangsa.
“Film tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi dapat menjadi ruang pendidikan, pertukaran gagasan, sekaligus medium untuk memperkenalkan nilai kemanusiaan dan kebudayaan kepada dunia,” ungkap Gara.
Rangkaian kegiatan juga melibatkan Neno Warisman dari Tim Ahli Kementerian Kebudayaan, serta serta pelaksana kegiatan antara lain Fadly dari LMB, dan Maren dari Qhulafah.
Melalui Brotherhood of SANFFEST, kebersamaan yang telah terbangun selama rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Pertemuan antarsineas tersebut diharapkan melahirkan jejaring dan kolaborasi baru antara sineas Indonesia, khususnya dari daerah, dengan dunia perfilman internasional.
SANFFEST membawa film keluar dari ruang pemutaran: masuk ke daerah, berbagi pengetahuan, mempertemukan kebudayaan, dan merawat persaudaraan dunia.*** (Dull)


























