Wartatrans.com, BOGOR – Kondisi Sungai Cileungsi yang kembali berubah menjadi hitam, berbau tidak sedap, dan berbusa pada Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab perubahan kondisi air sungai tersebut.
Menurut H. Fikri, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena Sungai Cileungsi merupakan bagian penting dari lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Perubahan warna air yang disertai bau menyengat dan busa menimbulkan dugaan adanya pencemaran yang harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan secara menyeluruh.
Ia menegaskan, penanganan dugaan pencemaran sungai tidak boleh berhenti pada pemantauan semata. Diperlukan langkah konkret berupa pengambilan sampel air, pengujian kualitas air di laboratorium, serta penelusuran sumber pencemaran agar penyebabnya dapat diketahui secara akurat.
“DLH Kabupaten Bogor perlu segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi Sungai Cileungsi, mengambil sampel air, dan menelusuri sumber dugaan pencemaran. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian penekanan yang disampaikan dalam menyikapi kondisi tersebut. Senin (19/10/2026).
H. Fikri juga mendorong agar pengawasan terhadap aktivitas industri maupun kegiatan usaha di sekitar aliran sungai diperkuat. Pemeriksaan perlu dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti, sehingga pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, pencemaran sungai bukan hanya persoalan perubahan warna air atau munculnya bau tidak sedap. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, menurunkan kualitas lingkungan, serta berdampak terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai.
Karena itu, koordinasi antara DLH Kabupaten Bogor, pemerintah daerah terkait, dan instansi berwenang lainnya dinilai penting untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terukur, dan transparan.
Selain penyelidikan, politisi senior PKS Kabupaten Bogor itu menilai perlu adanya pengawasan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Hasil pemeriksaan dan langkah penanganan juga perlu disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Kembalinya kondisi Sungai Cileungsi yang menghitam menjadi pengingat pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penegakan aturan, pengawasan yang konsisten, serta tanggung jawab seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah pencemaran dan memulihkan kualitas air sungai.
H. Fikri berharap DLH Kabupaten Bogor segera mengambil langkah nyata untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kualitas lingkungan dapat terlindungi dan masyarakat tidak terus-menerus dihadapkan pada persoalan pencemaran sungai.*** (Dull)






















