Wartatrans.com. JAKARTA — Musisi legendaris Dwiki Dharmawan mengatakan, Indonesian tidak kekurangan talenta musik. Boleh dibilang tak ada habisnya. “Saya telah meluluskan 5000 siswa,” katanya, pada acara Literafest Musik 2026 yang dilaksanakan Bidang Seni Budaya DPP PKS di JavatoScana Garden Resto and Cafe, Tanjung Barat, Jakarta Selata, Kamis (15/10/2026).
Namun Dwiki menyayangkan, kenyataan tidak sebanding lurus dengan kesuksesan di dunia musik. Ada hak antara musisi dan pengguna yang masih menjadi pembahasan atau penataan ulang, seperti masalah royalti, hak cipta, mechanical right, performance right dan masih banyak lagi.
“Kehadiran pemerintah dalam mengurus royalti sudah banyak, tapi tidak kelar-kelar,” katanya.
Mengenai hak cipta, Dwiki berharap ada transparansi. Pemegang hak harus tahu rincian pendapatan dari royaltinya. “Pengguna dibingungkan oleh regulasi.Semoga ada perbaikan lebih baik,” harapnya.
Dwiki menegaskan pentingnya belajar musik, karena harus menjadi konsen pemerintah dan semua kalangan, termasuk partai politik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bagi Dwiki, adalah partai yang memiliki giat luar biasa tehadap musik.
Menurutnya, dari musik terdapat terdapat pendidikan karakter, bahkan menjadi alat diplomasi. Dari musik dapat pendidikan karakter. Kita dituntut kerjasama, toleransi, leadership. Di musik banyak sekali belajar menghargai.
“Selain itu, talenta di Indonesia sangat banyak tapi kesempatan dan infrastruktur belum seimbang. “PKS harus memperjuangkan kesetaraan dan keseimbangan infrastruktur yang merata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Kerua Bidang Seni dan Budaya DPP PKS Ali Amril mengatakan, PKS akan terus memberi panggung pada musisi, tidak hanya nasyid tapi semua genre musik, termasuk musisi daerah.
“PKS terus mengawal UU Hak Cipta. Dan menanamkan nilai-nilai PKS Dalam menjaga value islam dalam musik,” tegasnya.*** (Septiadi)


























