Menu ✖

Mode Gelap
Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

SENI BUDAYA

Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali

badge-check


 Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Rabu 21 Oktober 2026.Upaya mengaktifkan kembali Dewan Kesenian Aceh Tengah mulai digagas oleh sejumlah seniman bersama pihak terkait. Lembaga yang telah mengalami kevakuman sejak 2010 tersebut di Gos.

Dewan kesenian Takengon di Aceh tengah diharapkan kembali menjadi wadah pemersatu seniman sekaligus penggerak kemajuan seni dan budaya Gayo.

Pertemuan yang membahas keberlanjutan Dewan Kesenian Aceh Tengah itu turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan, mantan Ketua Dewan Kesenian Aceh Tengah, Purnamawan Karuslan, serta sejumlah seniman Aceh Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai gagasan dan ide disampaikan, terutama oleh kalangan seniman muda yang menginginkan adanya ruang bersama untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, serta menjaga kelestarian seni dan budaya Gayo.

Keberadaan Dewan Kesenian Aceh Tengah dinilai penting untuk kembali diaktifkan. Selama ini, banyak seniman dan sanggar seni yang menjalankan aktivitas masing-masing tanpa adanya wadah koordinasi yang mampu mempertemukan berbagai potensi seni di daerah tersebut.

Dengan aktifnya kembali Dewan Kesenian Aceh Tengah, diharapkan terbangun hubungan yang lebih kuat antara seniman, pemerintah, dan masyarakat. Lembaga ini juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi, menampung aspirasi para pelaku seni, serta mendorong lahirnya program-program yang mendukung perkembangan seni dan budaya Gayo.

Seni dan budaya bukan hanya milik para seniman, melainkan juga merupakan warisan bersama yang harus dijaga dan dirawat oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama dan komitmen bersama agar kekayaan budaya Gayo tetap hidup, berkembang, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Semangat untuk menghidupkan kembali Dewan Kesenian Aceh Tengah menjadi momentum penting bagi para seniman untuk bersatu, saling mendukung, dan membangun ekosistem kesenian yang lebih baik.

Mari bersama-sama menjaga, merawat, dan memajukan seni serta budaya Gayo sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh Tengah.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

H. Fikri Hudi Oktiarwan Apresiasi Semarak Kebudayaan Kabupaten Bogor, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

21 Oktober 2026 - 12:56 WIB

BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua

21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Trending di SENI BUDAYA