Wartatrans.com, JAKARTA – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Tanjung Priok memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pelabuhan yang bersih, transparan, dan berintegritas melalui penandatanganan Komitmen Bersama tentang Anti Pungutan Liar (Pungli) Menuju Pelabuhan Bersih bersama para mitra operasional yaitu Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI) Perjuangan serta Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Olah Jasa Andal dan PT Tangguh Samudera Jaya.
“Kami menyadari bahwa pemberantasan pungli tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh korporasi, melainkan membutuhkan sinergi, pengawasan yang ketat, dan integritas dari seluruh elemen yang terlibat langsung dalam kegiatan bongkar muat di lapangan,” ujar Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan.
Melalui komitmen bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk menolak segala bentuk pungutan liar, menjalankan kegiatan operasional sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjaga profesionalisme dan tanggung jawab dalam memberikan layanan. Kesepakatan ini juga menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja yang sehat, saling mengingatkan, dan mendukung terciptanya iklim operasional yang kondusif.
“Kami berkomitmen untuk mengajak seluruh anggota senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, serta turut menjaga ketertiban dan integritas di lingkungan pelabuhan. Kami juga siap bersinergi dengan seluruh pihak dalam mencegah praktik pungutan liar dan mendukung pelaporan setiap indikasi penyimpangan melalui saluran resmi yang tersedia. Kami berharap komitmen ini dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pelabuhan yang bersih, transparan, dan kondusif bagi seluruh pihak,” pungkas Nuratmo, Ketua KBSI Perjuangan.
Sebagai bagian dari implementasi komitmen tersebut, seluruh pihak juga didorong untuk berperan aktif dalam pengawasan dan pelaporan apabila menemukan indikasi praktik pungli. Pelaporan dapat disampaikan melalui saluran pengaduan resmi atau Whistleblowing System (WBS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga setiap dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti secara objektif dan bertanggung jawab.
Melalui penguatan kolaborasi dengan para mitra operasional, IPC TPK berharap komitmen ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, upaya mewujudkan pelabuhan bersih, transparan, dan berintegritas dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
“IPC TPK menerapkan prinsip zero tolerance terhadap praktik pungutan liar dan segala bentuk pelanggaran integritas yang terbukti terjadi di lingkungan operasional perusahaan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepercayaan para pengguna jasa dan mitra usaha,” tutup Daniel.(ahmad)




























