Menu ✖

Mode Gelap
Usai Ditetapkan Tersangka, PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Konsesi Hutan Jadi Sorotan Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton 3 Tahun Beroperasi, Whoosh Kini Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia melalui Keberhasilan Transfer Pengetahuan KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Satpam Gada Pratama hingga 25 Oktober 2026 Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Catatan M. Mujiburrohman: Mengapa Pemerintahan Prabowo Terus Digoyang? 

PERON

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

badge-check


 Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pergerakan barang di Indonesia mengikuti kebutuhan setiap wilayah. Kawasan industri membutuhkan pasokan bahan baku, pusat distribusi memerlukan kelancaran pengiriman, sementara berbagai daerah menjadi tempat asal maupun tujuan komoditas yang mendukung aktivitas ekonomi.

Untuk menghubungkan kebutuhan tersebut, transportasi barang harus mampu melayani volume besar dengan pola pengiriman yang sesuai karakter setiap wilayah.

Kereta api menjadi salah satu moda yang digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas non-batu bara melalui jaringan di Jawa dan Sumatra. Layanan ini mencakup barang industri, petikemas, bahan bakar minyak, hasil perkebunan, hingga barang ritel.

Berdasarkan laporan kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Januari-September 2026, volume angkutan non-batu bara mencapai 9.148.571 ton. Jumlah tersebut meningkat 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 8.912.566 ton.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, karakteristik distribusi barang berbeda di setiap wilayah sehingga pengelolaan angkutan perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan jalur, dan kapasitas operasional.

“Setiap wilayah memiliki kegiatan ekonomi dan kebutuhan distribusi yang berbeda. Ada kawasan yang membutuhkan pengiriman bahan industri, ada pula jalur yang melayani pergerakan hasil perkebunan dan barang konsumsi. Jaringan kereta api membantu menghubungkan kebutuhan tersebut melalui layanan angkutan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing koridor,” ujar Anne.

Dari total angkutan non-batu bara tersebut, wilayah operasi KAI di Jawa mencatat volume 6.684.683 ton sepanjang Januari–September 2026. Sementara itu, wilayah Sumatra mencatat 2.463.889 ton. Dengan demikian, sekitar 73 persen volume angkutan non-batu bara berasal dari wilayah Jawa dan 27 persen dari Sumatra.

Di Jawa, layanan angkutan barang tersebar di sembilan daerah operasi. Daop 1 Jakarta mencatat volume terbesar sebesar 2.567.115 ton, disusul Daop 8 Surabaya sebanyak 2.260.233 ton dan Daop 5 Purwokerto sebanyak 1.006.418 ton. Daop lainnya turut melayani berbagai kebutuhan pengiriman sesuai karakter wilayah masing-masing.

Di Sumatra, layanan angkutan barang non-batu bara dikelola melalui empat divisi regional. Divre III Palembang mencatat 646.893 ton, Divre I Sumatera Utara 626.185 ton, Divre II Sumatera Barat 893.635 ton, dan Divre IV Tanjungkarang 297.175 ton selama Januari–September 2026.

Anne menjelaskan, sebaran tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan layanan berdasarkan kebutuhan wilayah. Kesiapan sarana, kapasitas lintas, fasilitas pemuatan dan pembongkaran, serta kepastian jadwal menjadi bagian dari perencanaan agar barang dapat bergerak sesuai kebutuhan pelanggan.

“Pengembangan angkutan barang perlu dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan dan potensi setiap wilayah. Ketika kapasitas kereta, kesiapan prasarana, dan pola pengiriman dapat direncanakan dengan baik, transportasi berbasis rel memiliki ruang untuk melayani lebih banyak kebutuhan distribusi,” kata Anne.

Ke depan, KAI terus mengevaluasi peluang pengembangan angkutan barang berdasarkan potensi wilayah, kebutuhan industri, serta kesiapan jaringan. Pengembangan layanan diarahkan agar transportasi berbasis rel dapat menjadi pilihan yang semakin relevan bagi pelaku usaha dalam merencanakan distribusi barang antardaerah.

“Setiap wilayah memiliki peran dalam pergerakan logistik nasional. KAI ingin memastikan jaringan dan layanan angkutan barang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pelanggan, dengan perencanaan yang terukur dan operasional yang andal,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

3 Tahun Beroperasi, Whoosh Kini Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia melalui Keberhasilan Transfer Pengetahuan

21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Satpam Gada Pratama hingga 25 Oktober 2026

21 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Trending di BANDARA