Menu ✖

Mode Gelap
Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

EKOBIS

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

badge-check


 Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Realisasi investasi nasional selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923 triliun. Capaian tersebut turut menciptakan hampir 5,5 juta tenaga kerja serta mendorong pemerataan investasi ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, melaporkan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Bidang Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp3.923 triliun. Dari kegiatan investasi itu, sebanyak 5.485.944 tenaga kerja berhasil terserap.

Capaian lainnya terlihat dari distribusi investasi. Sebanyak 50,6 persen investasi tercatat berada di luar Pulau Jawa. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas penanaman modal tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat ekonomi utama, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Indonesia.

Pemerataan investasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pembangunan nasional. Masuknya investasi ke berbagai daerah diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, menggerakkan perekonomian lokal, serta memperkuat kapasitas industri di daerah.

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Melalui strategi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu memperkuat industri pengolahan dan meningkatkan nilai ekonomi produk nasional.

Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo. Namun, dampak akhirnya terhadap kesejahteraan masyarakat juga akan ditentukan oleh kualitas lapangan kerja yang tercipta, keberlanjutan investasi, serta seberapa luas manfaat pembangunan dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Dengan investasi yang mencapai ribuan triliun rupiah dan porsi lebih dari separuh berada di luar Jawa, tantangan berikutnya adalah memastikan modal yang masuk benar-benar memperkuat industri nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.*** (Septi)

Baca Lainnya

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

20 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas

20 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Kapolri Sidik 98 Kasus Korporasi Diduga Bakar Hutan, Pemilik Perusahaan hingga Pemegang Saham Terancam Dijerat

20 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Trending di ANJUNGAN