Menu ✖

Mode Gelap
Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026 Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

TEKNOLOGI

ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi

badge-check


 ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Content Creator Media Digital Indonesia (ACCADEMI) bersama jajaran Deputi V Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) membahas penyamaan perspektif komunikasi publik pemerintah di tengah derasnya arus informasi digital yang kian kompetitif.

Pertemuan yang berlangsung Selasa (20/10/2026) pagi itu dihadiri Presiden ACCADEMI Arif Ilham Adnan, Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam di bawah pimpinan Marsdya Eko Dono, serta sejumlah asisten, di antaranya Brigjen Agung Pratisto. Turut hadir Direktur Program RRI Mistam dan Direktur Pengembangan PFN Iwan Piliang.

Pembahasan berfokus pada tantangan komunikasi publik di era tsunami informasi. Derasnya arus konten di berbagai platform digital menuntut pemerintah dan para kreator untuk lebih serius memastikan kebenaran informasi sekaligus menyampaikan pesan secara kreatif agar menjangkau masyarakat secara efektif.

Dalam dialog tersebut, salah satu peserta mengingatkan pentingnya konsistensi memproduksi konten berkualitas, dengan kreativitas sebagai kekuatan utama dalam komunikasi digital.

Menurutnya, kreativitas bukan proses instan. Sebelum menjadi kreatif, seseorang harus membangun sikap kritis. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis perlu ditopang oleh wawasan dan kedalaman pemahaman yang diperoleh melalui kebiasaan membaca.

Membaca, termasuk novel bermutu, dinilai dapat memperkaya diksi, mempertajam pemahaman terhadap esensi komunikasi, serta membangun pendekatan yang lebih bijaksana dalam menyampaikan pesan kepada publik.

“Konten dunia kreatif membutuhkan proses. Sebelum kreatif, kita harus kritis. Sebelum kritis, bank pengetahuan di kepala dan hati harus diisi. Salah satunya melalui kebiasaan membaca,” ungkap Iwan Piliang, menyampaikan inti pandangan dalam pertemuan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya killer content, yakni konten yang memiliki kekuatan untuk menembus perhatian publik melalui pengalaman empiris, kreativitas, dan inovasi. Ketiganya menjadi faktor penting agar pesan tidak sekadar diproduksi, tetapi juga mampu menjangkau audiens secara lebih mendalam.

Sementara itu, Direktur Program RRI Mistam menyampaikan gagasan pengembangan jaringan Nada Bumi melalui pelatihan pembuatan lagu daerah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Inisiatif tersebut diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pengembangan kreativitas lokal sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi karya musik daerah. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan karya budaya Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Pertemuan ini direncanakan berlanjut melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA).

“Rencana tindak lanjut juga mencakup pelatihan, pengembangan kapasitas kreator, serta produksi konten secara lebih masif dengan karakter, kedalaman, dan pendekatan kreatif yang khas,” terang Mistam.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah melalui ekosistem kreator digital yang lebih kritis, kreatif, inovatif, dan mampu menyampaikan pesan secara efektif di tengah persaingan informasi.

Di era ketika perhatian publik menjadi ruang perebutan utama, kualitas pesan, kedalaman gagasan, dan ketepatan pendekatan komunikasi menjadi kunci agar informasi yang benar tidak tenggelam di tengah derasnya arus konten digital.*** (Gr)

Baca Lainnya

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM

19 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh

18 Oktober 2026 - 18:15 WIB

5.000 Santri Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an, FKTPQ Makassar Siapkan Munaqasyah Akbar

17 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Trending di RAGAM