Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian Dalam 2 Tahun, Pariwisata Tumbuh Positif Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

EKOBIS

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

badge-check


 Salah satu destinasi wisata Perbesar

Salah satu destinasi wisata

Wartatrans.com, JAKARTA – Tak hanya mendatangkan banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, keberhasilan Kementerian Pariwisata juga menggerakkan peningkatan perekonomian lokal khususnya dan nasional pada umumnya.

1. Menggerakkan Ekonomi dengan Cepat

Dampak serupa juga terlihat dari penyelenggaraan event. Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kemenpar memberi dukungan pada 377 event di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian penyelenggaraan 354 event, termasuk Karisma Event Nusantara (KEN), MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), dan event internasional, terdapat 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.

“Angka Rp45,9 triliun itu menggambarkan bagaimana sebuah event dapat menjadi mesin ekonomi dalam waktu relatif singkat. Ketika ribuan orang datang ke sebuah festival, manfaatnya terasa langsung oleh pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, event kita dorong bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah,” ujar Wakil Menteri Pariwisata Nih Lu Puspa, Selasa (20/10/2026).

2. Ekosistem Pariwisata yang Semakin Tertata

Menurutnya, pariwisata yang memberikan manfaat dalam jangka panjang harus tumbuh dengan kualitas.

Wisatawan perlu merasa aman. Masyarakat membutuhkan destinasi yang bersih. Pelaku usaha juga membutuhkan persaingan yang sehat dan aturan yang adil.

“Karenanya Kemenpar melakukan berbagai upaya agar ekosistem pariwisata semakin tertata,” kata dia.

Hingga 23 September 2026, jumlah unit usaha akomodasi jangka pendek yang memiliki NIB mencapai 113.692 unit, bertambah 44.852 usaha atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025 saat Kementerian Pariwisata memulai program ini.

Kemudian, Kemenpar meninjau lapangan dan pembinaan pelaku usaha di tujuh provinsi di Indonesia.

Pihaknya juga menjalin kemitraan dengan sembilan Online Travel Agent (OTA) dalam sosialisasi dan penerapan kebijakan termasuk delisting.

Adapun sebanyak 1.553 pelaku usaha dan operator mendapatkan kegiatan coaching clinic.

“Usaha yang semakin tertata berarti persaingan yang lebih adil bagi pelaku industri, perlindungan yang lebih baik bagi wisatawan, sekaligus peluang peningkatan penerimaan daerah,” Wamenpar mengatakan.

3. Pariwisata yang Mendunia

Ketahanan dan kualitas pariwisata Indonesia kian diakui di tingkat global. Sepanjang 2025 hingga September 2026, pariwisata Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional.

Beberapa di antaranya mencakup penobatan Bali sebagai “Best of the Best Destinations in the World 2026” oleh Tripadvisor, serta puluhan penghargaan untuk kuliner, hotel, dan destinasi alam seperti Kepulauan Komodo dan Gili Trawangan.

Indonesia juga menerima 47 MICHELIN Keys, penghargaan untuk hotel dan resor terbaik dunia. Prestasi ini meningkat dari 33 MICHELIN Keys yang diterima pada tahun 2025, tahun pertama penganugerahan MICHELIN Keys.

Sederet prestasi ini mencerminkan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia yang semakin dikenal dan diminati dunia.

4. Pariwisata yang Bersinergi

Kemenpar melalui enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga turut mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Pengetahuan dan fasilitas yang dimiliki Poltekpar dimanfaatkan untuk pelatihan higiene atau manajemen dapur program Makan Bergizi Gratis.

Poltekpar Makassar misalnya memberikan pelatihan mengenai keamanan pangan, sanitasi, keselamatan kerja, manajemen dapur, dan produksi makanan. Poltekpar Lombok mengembangkan menu berbahan baku lokal serta membantu peningkatan standar dapur.

Kemudian, Poltekpar NHI Bandung mengembangkan pola pelatihan dan skema sertifikasi bagi kepala dapur dan juru masak MBG.

Aset Poltekpar NHI Bandung juga dimanfaatkan sementara untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Kemenpar turut menyediakan peluang untuk lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan studi di Politeknik Pariwisata

Selain itu, enam Poltekpar menyiapkan dukungan pelatihan hospitality bagi 560 peserta SMK Go Global.

Kemudian di desa wisata, Pokdarwis mulai diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih agar kegiatan pariwisata semakin terhubung dengan kegiatan ekonomi desa.

Gerakan Wisata Bersih yang diinisiasi Kemenpar juga sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI. Pada tahun 2025, Gerakan Wisata Bersih telah melaksanakan 14 Aksi Bersih di 10 provinsi, melibatkan 9.134 partisipan dan mengumpulkan 21,5 ton sampah.

“Destinasi yang bersih bukan hanya membuat wisatawan nyaman, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya,” kata Menpar.

5. Pemerintah Hadir untuk Rakyat Lewat Pariwisata

Kemenpar juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan sejumlah insentif diantaranya potongan harga transportasi pada periode liburan bagi masyarakat yang bepergian agar tetap terjangkau.

Insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja pariwisata berpenghasilan hingga Rp10 juta per bulan, dengan perkiraan 552.000 penerima manfaat, serta Program Magang Nasional yang membuka pintu bagi generasi muda untuk belajar langsung di industri pariwisata.

“Itulah kontribusi yang ingin terus kami jaga. Pariwisata yang turut menggerakkan Indonesia, dan pembangunan yang manfaatnya semakin dirasakan oleh rakyat,” ujarnya.

6. Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian

Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional pada tahun 2025 mencapai 4,78 persen atau senilai Rp1.138,90 triliun.

Pada Januari-Juni 2026, angka ini diperkirakan berada pada rentang 4,02-4,90 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor strategis utama penggerak ekonomi nasional, yang multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh tenaga kerja di sektor pariwisata dan rantai pasok pendukungnya.

7. Pariwisata Membawa Devisa

Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata berhasil mendatangkan devisa sebesar sebesar 18,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibanding tahun sebelumnya

Sementara pada semester I-2026, sumbangan devisa pariwisata tercatat mencapai 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun, meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Belanja wisatawan mancanegara ini turut menggerakkan usaha lokal dan memperkuat perekonomian Indonesia.

Menpar mengatakan, sederet pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata sinergi dan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pariwisata, membangkitkan ekonomi lokal, serta memperluas peluang bagi seluruh elemen bangsa.

“Mari terus bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan mendunia,” tutupnya. (omy)

 

Baca Lainnya

Dalam 2 Tahun, Pariwisata Tumbuh Positif

20 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas

20 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Teuku Ismuhadi “Arsitek” Kedai Aceh Lampoh, Dikonsep untuk Memuliakan Kuliner Khas Tanah Rencong

19 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Berkat Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Sabet Penghargaan

19 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Dorong Kopi dan Nilam Aceh Go International, Misi Dagang Aceh–Jatim Cetak Transaksi Rp1,079 Triliun. 

19 Oktober 2026 - 17:54 WIB

InJourney Hospitality Perluas Akses Pasar 6 UMKM Binaan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Ngawi-Kertosono KM 616 A, Jasa Raharja Jamin Asuransi Seluruh Korban

19 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh

18 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Trending di EKOBIS