Menu ✖

Mode Gelap
HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pantura Demak Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Dermaga Express 1 Pelabuhan Merak Kembali Normal

EKOBIS

Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pantura Demak

badge-check


 Penanaman Mangrove di Demak Perbesar

Penanaman Mangrove di Demak

Wartatrans.com, DEMAK – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) melalui penyediaan 2.500 bibit mangrove dan 900 unit HexBRIck di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026).

Dukungan tersebut merupakan bagian dari Demonstration Plotting Perlindungan Kawasan Pesisir Pantai Utara Jawa berbasis Nature-based Solutions (NbS) yang diprakarsai Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Program ini mengintegrasikan pemulihan ekosistem alam dengan pembangunan infrastruktur pelindung pantai untuk menghadapi ancaman abrasi, penurunan muka tanah, dan banjir rob.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, perlindungan pesisir Pantura membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan investasi, agar kawasan pesisir tetap terlindungi dan keberlanjutan kehidupan masyarakat serta perekonomian dapat terjaga.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mendorong keterlibatan investasi, dengan tujuan melindungi kawasan pesisir Pantura agar tidak semakin terdampak abrasi dan penurunan muka tanah yang meningkatkan risiko banjir rob. Di Desa Timbulsloko, direncanakan penanaman mangrove hingga 202 hektare, yang akan dilengkapi dengan pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut,” ujar AHY.

Menurutnya, pembangunan perlindungan pesisir harus direncanakan dengan memperhatikan aspek teknis sekaligus keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya para nelayan.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat pesisir, tetapi juga menjaga kawasan industri, kawasan logistik, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kawasan industri, kawasan logistik, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Mari kita kawal bersama upaya perlindungan pesisir Pantura dan pembangunan Giant Sea Wall, yang dimulai dari langkah nyata seperti penanaman mangrove,” ungkapnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting mengatakan, perlindungan pesisir memiliki arti strategis bagi Pelindo karena berkaitan erat dengan ketahanan infrastruktur pelabuhan dan kelancaran rantai logistik nasional.

“Perlindungan pesisir tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga dengan keberlangsungan aktivitas kepelabuhanan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pemulihan ekosistem pesisir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dan jaringan logistik nasional,” ungkap Hendri.

Menurutnya, ancaman banjir rob yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, menunjukkan pentingnya perlindungan pesisir untuk menjaga aksesibilitas pelabuhan dan kelancaran distribusi barang.

Karena itu, pemulihan ekosistem pesisir menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional pelabuhan dan aktivitas ekonomi.

Partisipasi Pelindo juga merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah, BUMN, lembaga terkait, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendorong perlindungan pesisir yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan Pantura.

Hadir Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, serta Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah.

Turut hadir juga jajaran kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pimpinan BUMN, serta mitra kolaborasi. (omy)

Baca Lainnya

HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

21 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

20 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Trending di EKOBIS