Wartatrans.com, FAKFAK — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Fakfak menegaskan pentingnya pendataan menyeluruh melalui Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan aktivitas perekonomian masyarakat, termasuk usaha daring (online), pekerjaan lepas (freelance), hingga usaha rumahan yang belum sepenuhnya tercatat.
Pendataan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur dan perkembangan ekonomi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Pranata Komputer Ahli Pertama BPS Kabupaten Fakfak, Muhammad Firly, menjelaskan bahwa sensus merupakan kegiatan statistik yang dilaksanakan secara berkala untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi penduduk, pertanian, dan perekonomian.
Menurut Firly, Indonesia memiliki tiga sensus utama, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Masing-masing memiliki fokus pendataan berbeda sesuai dengan kebutuhan statistik nasional.
Pada 2026, Sensus Ekonomi diarahkan untuk menghimpun informasi mengenai berbagai aktivitas usaha yang berkembang di tengah masyarakat. Cakupannya tidak terbatas pada usaha perdagangan yang memiliki toko atau tempat usaha permanen, tetapi juga kegiatan ekonomi yang dijalankan dari rumah maupun melalui platform digital.
Perkembangan teknologi, kata Firly, telah melahirkan beragam bentuk usaha dan pekerjaan yang tidak selalu memiliki lokasi usaha secara fisik. Kondisi tersebut membuat pendataan ekonomi perlu menjangkau aktivitas usaha yang lebih beragam agar gambaran perekonomian masyarakat dapat tersaji secara lebih utuh.
“Pendataan tidak hanya mencakup usaha yang terlihat secara fisik, tetapi juga berbagai kegiatan ekonomi yang dijalankan dari rumah maupun melalui internet,” demikian penjelasan Firly mengenai pentingnya cakupan pendataan ekonomi.
Libatkan Mitra Statistik dari Masyarakat
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan statistik, BPS turut melibatkan mitra statistik yang direkrut dari masyarakat. Sebelum menjalankan tugas di lapangan, para mitra tersebut akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan pendataan.
Mitra statistik dapat ditugaskan untuk membantu pelaksanaan sensus maupun kegiatan pendataan lainnya yang membutuhkan informasi langsung dari masyarakat.
Pelibatan mitra diharapkan dapat mendukung jangkauan pendataan di berbagai wilayah serta membantu meningkatkan kelengkapan informasi yang dihimpun oleh BPS.
Firly Jelaskan Pengelompokan Desil dalam DTSEN
Dalam keterangannya, Firly juga menjelaskan pengertian desil yang berkaitan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menerangkan, desil merupakan pengelompokan masyarakat ke dalam sepuluh bagian berdasarkan peringkat kondisi sosial ekonominya. Pengelompokan tersebut terdiri atas desil 1 hingga desil 10.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan peringkat sosial ekonomi terbawah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan peringkat sosial ekonomi teratas.
Untuk mempermudah pemahaman, Firly memberikan ilustrasi apabila terdapat 10.000 keluarga dalam suatu populasi yang diurutkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Secara sederhana, setiap kelompok desil akan mencakup sekitar 1.000 keluarga.
Namun, pengelompokan tersebut tidak berarti seluruh keluarga dalam satu desil memiliki tingkat kesejahteraan yang sama persis. Posisi suatu keluarga juga dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonominya.
Karena itu, desil perlu dipahami sebagai pengelompokan berdasarkan peringkat sosial ekonomi, bukan sebagai label mutlak yang menggambarkan keseluruhan kondisi atau kekayaan seseorang.
Pendataan Berlanjut hingga Evaluasi Pascasensus
Firly menjelaskan, pendataan utama Sensus Ekonomi 2026 telah diselesaikan pada Agustus 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan hingga September untuk menjangkau sejumlah usaha yang sebelumnya belum terdata.
Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November 2026 melalui Post-Enumeration Survey (PES) atau survei pascasensus.
Survei tersebut bertujuan mengevaluasi kualitas hasil sensus, termasuk memeriksa kembali informasi yang telah dikumpulkan selama proses pendataan.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan kembali mendatangi masyarakat untuk melakukan pendataan dengan pertanyaan yang relevan. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan data sensus sebelumnya guna menilai tingkat cakupan dan ketepatan pendataan.
Menurut Firly, evaluasi pascasensus menjadi bagian penting dalam menilai kualitas hasil Sensus Ekonomi 2026.
Melalui rangkaian pendataan dan evaluasi tersebut, BPS berupaya menghasilkan statistik ekonomi yang lebih lengkap dan akurat. Data itu diharapkan dapat menjadi salah satu landasan informasi bagi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak dalam memahami kondisi perekonomian serta mendukung perencanaan pembangunan.
Dengan cakupan pendataan yang menjangkau usaha konvensional hingga kegiatan ekonomi berbasis digital, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang dinamika ekonomi masyarakat, termasuk di Kabupaten Fakfak.*** (ASAH)






















