Menu ✖

Mode Gelap
Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya! Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi Didukung Titiek Soeharto, KKP Perkuat Pemberdayaan Usaha Perikanan Desa di HUT ke-27 Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi 2 Pelaut Wafat Saat Bertugas Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Bidik Pengurangan Emisi Maritim, IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK

PERISTIWA

Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya!

badge-check


 Hasil potongan video dari unggahan akun Instagram @zoelfick, yang menampilkan Pak Kodir di keseharianya di tempat tinggalnya bersama keluarga dan tempat kejadian dia viral di akun IG @sistersindanger. (Ist) Perbesar

Hasil potongan video dari unggahan akun Instagram @zoelfick, yang menampilkan Pak Kodir di keseharianya di tempat tinggalnya bersama keluarga dan tempat kejadian dia viral di akun IG @sistersindanger. (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Kasus konten video viral yang direkam oleh pihak Sisters in Danger (Shifani) memicu perhatian publik setelah menyasar warga sipil di ruang publik.

Demi menegakkan prinsip jurnalisme berimbang (cover both sides), akun Instagram Zoelfick melakukan penelusuran langsung dengan mendatangi lokasi awal kejadian di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, sekaligus menyambangi kediaman pribadi korban untuk melihat kondisi nyata secara utuh.

Berdasarkan penelusuran di lapangan bersama Pak Kodir—warga yang menjadi subjek dalam video viral tersebut—kejadian bermula saat ia sedang duduk di bangku trotoar jalan kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Dari rekaman video IG yang beredar, posisi duduk Pak Kodir terlihat di bawah pohon rindang di pinggir jalan raya.

“Korban konten viral yang direkam Shifani @sistersindanger saya temui hari ini agar dapat gambaran utuh untuk kita semua sebagai bagian cover both sides,” tulis akun IG tersebut pada postingan pada Ahad (25/10/2026).

Pak Kodir menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui bahwa ia sedang direkam saat berjalan atau duduk di fasilitas publik tersebut.

Ia baru mengetahui insiden itu ketika dalam perjalanan pulang setelah istrinya mengabarkan bahwa video dirinya mendadak viral di media sosial.

“Saya kaget, saya pikir orang saya nggak ngerasa ngelakuin apa-apa. Takutnya nanti malah jadi bahan omongan orang-orang,” ungkap Pak Kodir saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku khawatir kesalahpahaman ini berdampak buruk pada nama baik keluarga, mengingat istri dan anggota keluarganya sempat merasa tertekan dan terpukul akibat narasi yang kadung menyebar luas.

Kondisi Riil Kediaman Korban: Kontras dengan Narasi Publik

Guna mendapatkan gambaran yang komprehensif, penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi langsung kediaman Pak Kodir. Rumah tersebut terletak di sebuah permukiman padat penduduk, masuk melalui gang sempit dengan ukuran rumah yang tergolong sangat sederhana, yakni sekitar 3×6 meter.

Di dalam rumah berukuran minimalis itu, tinggal bersama istri, anak-anak, serta ibunya yang sudah lanjut usia. Kondisi tempat tinggal ini memperlihatkan realitas sosial ekonomi keluarga yang jauh dari kesan mewah, kontras dengan sorotan viral yang kadung menghakimi di dunia maya tanpa melihat latar belakang kehidupan pribadi mereka secara utuh.

Hingga saat ini, pihak pembuat konten (Sisters in Danger / Shifani) disebut belum memberikan respons atau menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Pak Kodir maupun keluarganya pasca-kejadian.

Keluarga berharap adaitik baik dan penyelesaian yang adil agar nama baik mereka dapat pulih, serta masyarakat lebih bijak dalam membagikan konten tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.(fahmi)

Baca Lainnya

Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi

25 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi 2 Pelaut Wafat Saat Bertugas

25 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim

25 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Bidik Pengurangan Emisi Maritim, IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK

25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

RAW Merealisasi Bakti ke Masyarakat Semarang

25 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lurah Mampang Depok Darmawansyah Mengajak Warga Dukung Program Pemkot Depok

25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pedagang Kecil Fakfak Menanti Kepastian Nasib

25 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia, Dorong Produk Lokal Mendunia

25 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Keanoniman dan Sumber Anonim dalam Bermedsos, Disanalah Kredibilitas Dipertaruhkan

25 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK 

24 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Trending di RAGAM