Wartatrans.com, BOGOR — Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan novel karyanya yang berjudul Diana Memang Manja, Kamis (29/10/2026) di Puri Cikeas, Bogor.
Dalam acara ini, SBY juga menceritakan pengalamannya menghindari post power syndrome setelah meninggalkan pemerintahan pada 2014.
Menurut SBY, menjalani kehidupan setelah kekuasaan bukan perkara mudah. Karena itu, ia kembali mengingat kegiatan yang disukai sejak sekolah hingga menjalani pendidikan di Akademi Militer.
Dari sini, ia menyadari bahwa seni dan olahraga merupakan minat lamanya. Kedua bidang tersebut kemudian kembali ditekuninya daripada terus terikat dengan kehidupan kekuasaan.

SBY bersama keluarga Koes Plus.
Selain itu, SBY berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak mencampuri urusan yang bukan menjadi tanggung jawabnya setelah menyelesaikan tugas sebagai Presiden Indonesia selama dua periode.
“Saya berjanji pada diri sendiri, kalau sudah jatuh tempo, sudah selesai mengemban tugas, saya jangan dihinggapi penyakit post power syndrome. Stres, cawe-cawe yang bukan urusannya, dan seterusnya,” kata SBY.
Tentang Diana Memang Manja, SBY menjelaskan bahwa novel menjadi pilihan setelah sebelumnya ia menekuni seni lukis, puisi, dan musik.
“Menulis novel memberi saya kebebasan membangun alur cerita, menciptakan adegan, serta menentukan karakter setiap tokoh. Jadi saya punya freedom and liberty yang bisa saya aduk-aduk dan akhirnya tampil sebagai sebuah novel,” katanya.
Lebih lanjut, SBY mengutarakan bahwa novel Diana Memang Manja antara lain terinspirasi dari lagu “Diana” milik Koes Plus yang hits pada 1973.
Berawal dari lagu tersebut, SBY kemudian melakukan riset untuk mengembangkan cerita. Utamanya adalah menelusuri sosok perempuan yang diyakininya berkaitan dengan lagu tersebut.

Launching novel Diana Memang Manja karya SBY.
SBY mengaku menemukan Diana yang saat itu berusia sekitar 70 tahun di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan menyembunyikan identitasnya, SBY berbincang cukup lama dengan Diana.
Dari perbincangan tersebut, terungkap kisah kehidupan Diana yang sejumlah detailnya sesuai dengan penggambaran dalam lirik lagu Koes Plus.
Uniknya, kisah kehilangan Diana menjadi bagian yang membuat novel ini memiliki hubungan personal dengan SBY. Pengalaman Diana yang ditinggal suaminya mengingatkannya pada perasaan ketika kehilangan Ani Yudhoyono.
SBY mengakui bahwa sebagian perasaannya setelah Ani meninggal dituangkan ke dalam cerita. Namun, tidak seluruh isi novel merupakan pengalaman pribadinya.
“Jadi the answer is yes, sebagian saya curi novel itu untuk mengekspresikan hati saya sekian tahun yang lalu, but I am now stronger, saya ini kuat dan sudah move on,” demikian SBY.***
(Slamet Widodo)


























