Wartatrans.com, MAGELANG – Penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Sabtu (31/10/2026), mendapat pengamanan berskala besar. Sebanyak 3.707 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Jumlah tersebut menjadikan operasi pengamanan konser ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan acara di kawasan Candi Borobudur. Sementara itu, dalam laporan awal, jumlah personel yang diterjunkan tercatat sebanyak 3.229 orang.
Pengerahan ribuan personel tersebut mencerminkan tingginya perhatian aparat keamanan terhadap penyelenggaraan konser yang sebelumnya diwarnai polemik dan gelombang penolakan dari sejumlah pihak.
Besarnya kekuatan pengamanan ini juga menjadi perhatian publik. Pasalnya, konser yang menghadirkan musisi internasional di salah satu situs warisan budaya dunia tersebut tidak hanya menyangkut aspek hiburan dan pariwisata, tetapi juga berkaitan dengan sensitivitas sosial serta pengelolaan kawasan cagar budaya.

Sejumlah pertanyaan pun muncul di tengah masyarakat. Apakah pengerahan personel dalam jumlah besar tersebut menunjukkan adanya potensi kerawanan sosial yang cukup serius? Seberapa besar tingkat risiko yang diantisipasi oleh aparat sehingga membutuhkan pengamanan dengan skala luar biasa?
Selain itu, besarnya sumber daya yang dikerahkan juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan proporsionalitas pengamanan. Apakah biaya serta upaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan yang diperoleh masyarakat?
Konser Andrea Bocelli di Borobudur pada akhirnya bukan hanya menjadi perhelatan musik internasional, tetapi juga menghadirkan diskusi lebih luas mengenai keseimbangan antara kepentingan pariwisata, pelestarian warisan budaya, keamanan, dan aspirasi masyarakat.
Publik tentu berharap penyelenggaraan acara berskala internasional di kawasan bersejarah seperti Borobudur dapat memberikan manfaat nyata tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.*** (Priyo)

























