Wartatrans.com, BANDA ACEH – Penyair Aceh, Zulfikar Kirbi, mengajak para seniman untuk terus berkarya dan menjaga kehidupan kesenian agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam bincang-bincang seni di Warkop Gunungan, yang membahas pentingnya ruang kreativitas, kebersamaan dan kolaborasi antarseniman.
“Seni itu seperti air. Apabila berhenti, dia akan mati,” ujar Zulfikar Kirbi, Rabu (07/10/2026)
Menurutnya, kehidupan seni membutuhkan ruang-ruang yang aktif. Setiap daerah, kata dia, seharusnya memiliki kantong-kantong kesenian yang dapat menjadi tempat berkarya, berdiskusi dan berinteraksi, baik melalui sanggar maupun ruang publik.
Zulfikar menilai seniman memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan karya. Sementara pemerintah dan masyarakat diharapkan memberikan dukungan agar ekosistem kesenian dapat berkembang.
“Kalau seniman membutuhkan ruang, pemerintah sediakan ruang. Masyarakat silakan menonton dengan sudut pandang masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan, karya seni merupakan salah satu cara bagi seniman untuk menyampaikan isi hati, gagasan, pengalaman maupun kegelisahan. Karena itu, seniman harus diberi kebebasan untuk mengekspresikan dirinya melalui karya-karya terbaik.
Bincang-bincang yang berlangsung dalam suasana santai tersebut kemudian melahirkan sejumlah gagasan untuk menghidupkan kembali ruang-ruang kesenian dan memperkuat hubungan antarseniman.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya kolaborasi lintas bidang seni. Menurut Zulfikar, seniman tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri, tetapi perlu membangun kebersamaan sehingga tercipta sebuah lingkungan seni yang saling mendukung.
Zulfikar mengaku merindukan suasana ketika para seniman dapat berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan dan menghasilkan karya secara bersama-sama.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuat para seniman merasa seperti berada dalam satu rumah besar kesenian, tanpa membedakan latar belakang maupun bidang seni yang digeluti.
“Kalau kita bersama, saling mendukung dan berkolaborasi, kesenian akan terus hidup,” menjadi semangat yang mengemuka dalam perbincangan tersebut.
Bagi Zulfikar Kirbi, membangun kehidupan kesenian bukan hanya tugas seniman. Pemerintah, masyarakat, komunitas dan berbagai pihak perlu mengambil bagian agar seni tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan kebudayaan Aceh.
Seni harus terus mengalir. Ketika ruang berkarya terbuka dan seniman terus bergerak, maka kehidupan kesenian pun akan tetap hidup. Pasti kita menikmati keindahan dalam perjalanan kehidupan.*** (Kamaruzzaman)


























