Wartatrans.com, JAKARTA – Menjadi seorang aktor menuntut kemampuan untuk memerankan beragam karakter. Tantangan itulah yang kini dihadapi Tanta Ginting ketika dipercaya memerankan sosok pahlawan nasional Tan Malaka dalam pertunjukan Orchestra Kebangsaan “Meradjoet Kebanggaan”.
Tawaran tersebut datang dari Olivia Zalianty, sutradara pertunjukan yang mengemas kisah perjuangan para tokoh bangsa dalam sebuah pertunjukan teatrikal dan musikal. Bagi Tanta, memerankan Tan Malaka bukanlah pekerjaan mudah. Selain dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, Tan Malaka juga memiliki pemikiran yang tajam dan kompleks.

Karena itu, Tanta mengaku harus mempertimbangkan tawaran tersebut dengan matang sebelum menyatakan kesediaannya.
“Tentu tawaran ini penghargaan buat saya, karena sosok pahlawan nasional yang sangat berpengaruh dalam ikut mendirikan negeri ini. Kalau salah-salah, saya bisa dikecam masyarakat. Karenanya saya perlu memikirkan secara matang, apalagi waktu yang diberikan sangat singkat sebelum pertunjukan,” ujar Tanta Ginting di belakang panggung usai pertunjukan untuk media di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Meski menyadari besarnya tanggung jawab yang diemban, Tanta akhirnya menerima tantangan tersebut. Ia pun berusaha mempersiapkan diri secara maksimal agar karakter Tan Malaka yang dimainkan tidak sekadar menjadi sebuah peran, tetapi juga mampu menggambarkan sosok dan pemikiran tokoh tersebut.
“Sebagai aktor saya mesti berlatih secara total untuk hasil maksimal. Selain mempelajari skenario, saya juga membaca literasi tentang siapa sosok Tan Malaka,” tuturnya.
Persiapan yang dilakukan Tanta tidak hanya berkutat pada dialog dan adegan. Ia berusaha memahami latar belakang, karakter, serta pemikiran Tan Malaka agar dapat menghadirkan interpretasi yang lebih kuat di atas panggung.
“Hasilnya yang seperti Mas lihat tadi. Bagaimana menurut teman-teman media permainan saya sebagai Tan Malaka?” kata Tanta sambil balik bertanya.
Penampilan Tanta di atas panggung pun mendapat tantangan tersendiri karena ia harus beradu akting dengan aktor senior Arswendy Bening Swara. Pengalaman dan karakter permainan Arswendy yang dikenal kuat membuat Tanta harus membangun chemistry agar adegan keduanya terasa hidup.
Tanta mengungkapkan, sebelum pertunjukan dimulai, dirinya sempat melakukan diskusi dengan Arswendy untuk menyatukan pemahaman mengenai karakter dan adegan yang akan dimainkan.
“Sebelum manggung, saya sempat berdiskusi dengan Bang Arswendy agar chemistry-nya ketemu. Alhamdulillah semua berjalan sesuai harapan,” kata Tanta dengan lega.
Peran sebagai Tan Malaka sekaligus menjadi pembuktian bagi Tanta Ginting bahwa kemampuan seorang aktor tidak hanya diukur dari banyaknya karakter yang pernah dimainkan, tetapi juga dari keberanian mengambil tantangan dan keseriusan menggali karakter yang dipercayakan kepadanya.
Lewat “Meradjoet Kebanggaan”, Tanta tidak hanya dituntut tampil sebagai seorang aktor, tetapi juga membawa kembali semangat dan gagasan salah satu tokoh penting bangsa ke hadapan penonton masa kini.*** (Byl)






























