Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Diduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Spermonde KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa “Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar ÇAKIR Masuk Indonesia, Turki Buka Jalan Produksi Rudal Jelajah Lokal

SENI BUDAYA

“Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta

badge-check


 “Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sebuah ekspresi seni publik bertajuk “Jakarta Kulminasi – Satu Hari Tanpa Bayangan” akan hadir di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Karya ini mengajak masyarakat berinteraksi langsung dengan ruang publik melalui aktivitas menggulirkan lima bola besar sebagai simbol gerak, kehadiran, dan respons manusia terhadap perubahan.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 Agustus 2026 pukul 05.30–09.30 WIB tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan 500 Tahun Jakarta, sekaligus membawa semangat Jakarta sebagai “Kota Global dan Berbudaya.”

Dalam konsep karya tersebut, koran ditempatkan sebagai simbol berita, pengetahuan, sekaligus rekaman kehidupan yang terus bergerak. Sementara bola menjadi representasi kehadiran manusia, gerak, serta kemampuan masyarakat merespons berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Lima bola besar yang digulirkan di kawasan Bundaran HI tidak sekadar menjadi objek visual, tetapi juga menjadi medium interaksi antara karya seni, masyarakat, dan ruang kota.

Melalui pendekatan seni publik, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, melainkan menjadi bagian dari proses penciptaan karya. Gerak masyarakat dan respons terhadap instalasi tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman artistik.

Karya “Jakarta Kulminasi — Satu Hari Tanpa Bayangan” digagas oleh seniman Gogor Purwoko, dengan Hilmi Faiq sebagai kurator.

Kehadiran karya ini sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik Jakarta dapat menjadi ruang perjumpaan antara seni, masyarakat, sejarah, dan dinamika kota. Momentum 500 tahun Jakarta pun tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui pengalaman seni yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Jakarta Kulminasi menjadi sebuah ajakan untuk melihat Jakarta bukan hanya sebagai sebuah kota yang terus tumbuh, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang senantiasa bergerak, berubah, dan membentuk pengalaman bersama warganya.*** (Bening)

Baca Lainnya

Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar

28 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara

27 Agustus 2026 - 20:22 WIB

PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman

27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Trending di SENI BUDAYA