Wartatrans.com, BOGOR — Aggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Ia mendorong langkah cepat dan berkelanjutan untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau panjang.
Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya memperpanjang status tanggap darurat kekeringan menyusul meningkatnya dampak krisis air bersih yang dialami masyarakat. Berdasarkan data terkini, sekitar 268.869 jiwa di 32 kecamatan terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

Kondisi tersebut dipicu oleh musim kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober mendatang. Sejumlah sumber mata air dan aliran sungai mengalami penyusutan debit air, bahkan berdampak pada sektor pertanian dengan munculnya gagal panen serta tanah retak di beberapa area persawahan warga.
Menanggapi situasi tersebut, Haji Fikri menegaskan bahwa penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan tidak hanya bersifat sementara.
“Permasalahan kekeringan bukan hanya persoalan ketersediaan air hari ini, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin panjang,” ujar di Bogor, Kamis, (3/9/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah melakukan berbagai upaya, seperti pendistribusian jutaan liter air bersih setiap hari ke wilayah terdampak, penyediaan tempat penampungan air atau toren, serta pembangunan sumur bor di sejumlah titik sumber air baru.
Namun, menurutnya, langkah darurat tersebut perlu diikuti dengan solusi jangka panjang. Pemerintah daerah perlu memperkuat infrastruktur air, melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, menjaga kawasan resapan air, serta mengembangkan program konservasi lingkungan agar ketersediaan air dapat terjaga.
“Distribusi air bersih sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Tetapi ke depan kita juga harus memperbanyak sumber air alternatif, memperbaiki daerah resapan, dan memastikan masyarakat memiliki akses air yang aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain mendorong penguatan program pemerintah, H. Fikri juga mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk ikut berperan dalam menghadapi kondisi kekeringan. Ia mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan.
“Mari kita bersama-sama menghemat penggunaan air, gunakan sesuai kebutuhan, dan jangan membakar sampah sembarangan karena kondisi kering seperti ini sangat rentan memicu kebakaran,” pesannya.
Politisi PKS Bogor itu berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan serta menghadirkan solusi nyata bagi warga Kabupaten Bogor yang terdampak.
“Krisis air adalah persoalan bersama. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, insyaAllah kita dapat melewati masa sulit ini dan membangun sistem pengelolaan air yang lebih baik ke depan,” tutupnya.*** (Dull)


























