
Wartatrans.com, JAKARTA – Aktivitas angkutan truk menjadi bagian penting dalam pergerakan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Seiring tingginya mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan, keselamatan berkendara menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menggelar Training Safety Truck Driving (TSA) Tahun 2026 bagi para pengemudi truk yang beroperasi di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Mengangkat tema “Berkendara Aman, Produktivitas Nyaman”, kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan di kalangan komunitas pelabuhan.
Sebanyak 631 pengemudi mengikuti pelatihan tersebut. Sebanyak 531 peserta mengikuti Truck Safety Awareness (TSA), sedangkan 100 peserta lainnya mengikuti Truck Safety Awareness Lite (TSA Lite) yang diperuntukkan bagi kernet dan calon pengemudi truk baru di lingkungan pelabuhan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Safety dan K3 bagi Komunitas Pelabuhan Tahun 2026 Regional 2 Tanjung Priok. Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bekerja sama dengan PT PMLI serta melibatkan Satlantas Polres Jakarta Utara dan KSOP Tanjung Priok sebagai mitra pelatihan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Tanjung Priok Wim Pondang Parulian Hutajulu serta Kepala Unit Keselamatan Polres Pelabuhan Tanjung Priok IPDA Suhendra. Keterlibatan unsur KSOP dan kepolisian memperkuat kolaborasi dalam mendorong keselamatan dan ketertiban lalu lintas di kawasan pelabuhan.
Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik safety truck driving, etika berlalu lintas, penanganan keadaan darurat di jalan, serta pengenalan zona risiko di kawasan pelabuhan. Peserta juga mengikuti stimulasi ringan, sesi tanya jawab, studi kasus, dan evaluasi.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, keselamatan berkendara perlu menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas operasional, bukan sekadar dipahami sebagai aturan.
“Di kawasan pelabuhan, aktivitas kendaraan cukup tinggi dan setiap pengemudi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan. Bukan hanya keselamatan dirinya, tetapi juga rekan kerja dan pengguna jalan lainnya. Karena itu kesadaran untuk berkendara dengan aman harus menjadi kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan”, ujar Yandri.
Menurut Yandri, pelatihan tersebut juga menjadi ruang untuk mengingatkan kembali para pengemudi mengenai berbagai risiko yang ada di kawasan pelabuhan. Pemahaman terhadap karakteristik lingkungan kerja di pelabuhan dinilai penting agar pengemudi dapat mengambil keputusan yang tepat ketika berada di lapangan.
Melalui pelatihan ini, Pelindo menargetkan meningkatnya disiplin dan tanggung jawab pengemudi sekaligus menekan potensi insiden maupun kecelakaan kerja lalu lintas. Keselamatan pengemudi dan pekerja diharapkan berjalan beriringan dengan kelancaran operasional pelabuhan.
Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo menempatkan keselamatan sebagai salah satu fondasi dalam menjaga kelancaran kegiatan logistik dan transportasi di kawasan pelabuhan.(ahmad)




























