Wartatrans.com, JAKARTA – Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, kerusakan atau pecahnya ban pesawat dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk risiko eksternal di luar kendali langsung operasional maskapai.
“Faktor tersebut dapat berasal dari kondisi cuaca, permukaan landasan, hingga keberadaan benda asing atau foreign object debris (FOD) di area bandara,” ungkap Gatot, Kamis (3/9/2026).

Dalam situasi tersebut, mitigasi keselamatan menjadi faktor krusial agar pesawat tetap dapat mendarat dengan selamat.
Kesiapan awak, keandalan prosedur, dan koordinasi antarelemen operasional memungkinkan risiko dikelola secara tepat, sehingga proses pendaratan tetap berlangsung aman dan terkendali sesuai standar keselamatan penerbangan.
Gatot menyampaikan, penyebab kejadian tetap perlu ditelusuri secara objektif melalui investigasi menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur dalam ekosistem kebandarudaraan.
“Investigasi diperlukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab secara komprehensif tanpa mendahului hasil pemeriksaan, sekaligus menjadi dasar penguatan langkah mitigasi dan pencegahan ke depan,” ujarnya.
Garuda Pastikan Pesawat Mendarat dengan Aman
Pentingnya kesiapan dan mitigasi keselamatan tersebut tercermin dalam penanganan penerbangan Garuda Indonesia GA-604 rute Jakarta–Makassar–Kendari pada Kamis (3/9).
Setelah mengidentifikasi indikasi kendala teknis pada salah satu roda pendaratan, awak pesawat segera menjalankan prosedur mitigasi dan berkoordinasi dengan unsur operasional terkait.
Pesawat Boeing 737-800NG beregistrasi PK-GFS tersebut kemudian mendarat dengan aman dan terkendali di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 09.27 WITA.
Bandara tersebut merupakan titik transit terjadwal penerbangan GA-604. Seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi selamat.
Pesawat PK-GFS sebelumnya telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur dan dinyatakan laik terbang.
Setelah mendarat, Garuda langsung melakukan pemeriksaan teknis lanjutan secara menyeluruh serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh aspek keselamatan dan kelaikudaraan terpenuhi.
Untuk memastikan perjalanan menuju Kendari tetap dapat dilanjutkan, Garuda menyiapkan pesawat pengganti dan memberikan service recovery kepada seluruh penumpang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku. (omy)






























