Menu

Mode Gelap
Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September Percepat Urai Kepadatan, ASDP Maksimalkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi LCT Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, 13 Awak Kapal Berhasil Dievakuasi Volume Pengguna KRL di Sudirman Baru Naik 281 Persen, KAI Commuter Perkuat Fasilitas Kemenhub Perkuat Personel Penegakan Hukum di Laut

BANDARA

Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi

badge-check


 Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pertamina memperluas layanan Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke lima lokasi menjelang penerapan mandat campuran SAF 1 persen pada 2027.

Perluasan itu mencakup Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta, AFT Halim Perdanakusuma, AFT Ngurah Rai, AFT Juanda, dan Integrated Terminal (IT) Surabaya.

Dua lokasi terakhir memeroleh sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) pada 8 Agustus 2026.

Sertifikasi berlaku satu tahun dan menjadi dasar penguatan tata kelola keberlanjutan rantai pasok SAF.

Perluasan tersebut juga membuka peluang permintaan sukarela dari maskapai di wilayah Surabaya.

IT Surabaya menjadi terminal terintegrasi pertama Pertamina Patra Niaga yang memperoleh sertifikasi ISCC.

Penambahan titik bersertifikasi menunjukkan kesiapan layanan SAF mulai mencakup penyimpanan, penyaluran, sertifikasi, dan akses pelanggan.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso mengatakan perluasan sertifikasi memperkuat akses layanan sekaligus kesiapan perusahaan menghadapi pertumbuhan pasar penerbangan berkelanjutan.

“Dengan semakin luasnya cakupan sertifikasi dan kesiapan rantai pasok, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan maskapai sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem SAF nasional,” ujar Alimuddin dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Langkah itu datang ketika pemerintah menargetkan implementasi SAF 1 persen mulai 2027. Kementerian Perhubungan menyatakan tahap awal difokuskan pada penerbangan internasional melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman menyatakan, penerapan tersebut bergantung pada kesiapan pasokan Pertamina.

“Hanya untuk penerbangan internasional dan kita hanya fokus di dua bandara yaitu Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali,” kata Sokhib dalam keterangan di Jakarta, Ahad (12/7/2026).

Artinya, perluasan titik layanan Pertamina bukan sekadar penambahan lokasi distribusi. Perusahaan memperkuat mata rantai pasok sebelum kewajiban penggunaan SAF berjalan, sementara pemerintah masih menempatkan kesiapan pasokan sebagai salah satu prasyarat implementasi.

Dengan demikian, ekspansi SAF memasuki fase lebih komersial. Tantangannya bukan hanya memastikan produk tersedia di bandara, tetapi menjaga biaya tetap terjangkau bagi maskapai sambil memenuhi standar keberlanjutan dan target pengurangan emisi penerbangan.

Bagi Pertamina, perluasan sertifikasi dapat memperbesar basis pelanggan dan memperkuat posisi dalam pasar bahan bakar penerbangan rendah karbon.

Bagi maskapai, efektivitas kebijakan 2027 akan sangat bergantung pada harga, kontinuitas pasokan, serta kesiapan infrastruktur distribusi. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September

2 September 2026 - 17:21 WIB

Harga Avtur Naik Lagi, Kemenhub Sesuaikan Besaran Maksimal Fuel Surcharge Penerbangan Domestik

2 September 2026 - 14:26 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Perkuat Sinergi Pengembangan Bisnis Logistik

2 September 2026 - 10:49 WIB

Bahas Ekosistem Perumahan, 18 Juta Rumah Tangga Menanti

2 September 2026 - 05:43 WIB

TPIA Buka Terminal Cilegon, Aset Pelabuhan Masuk Pasar Eksternal

2 September 2026 - 05:24 WIB

Perubahan Pagu Anggaran Kemenhub 2026 dan 2027 Disetujui DPR

1 September 2026 - 19:27 WIB

Fasilitasi Logistik Oversized Cargo, Pelabuhan Ciwandan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

1 September 2026 - 14:52 WIB

Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal

1 September 2026 - 05:51 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Trending di ANJUNGAN