Menu ✖

Mode Gelap
Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM ​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

BANDARA

Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi

badge-check


 Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pertamina memperluas layanan Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke lima lokasi menjelang penerapan mandat campuran SAF 1 persen pada 2027.

Perluasan itu mencakup Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta, AFT Halim Perdanakusuma, AFT Ngurah Rai, AFT Juanda, dan Integrated Terminal (IT) Surabaya.

Dua lokasi terakhir memeroleh sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) pada 8 Agustus 2026.

Sertifikasi berlaku satu tahun dan menjadi dasar penguatan tata kelola keberlanjutan rantai pasok SAF.

Perluasan tersebut juga membuka peluang permintaan sukarela dari maskapai di wilayah Surabaya.

IT Surabaya menjadi terminal terintegrasi pertama Pertamina Patra Niaga yang memperoleh sertifikasi ISCC.

Penambahan titik bersertifikasi menunjukkan kesiapan layanan SAF mulai mencakup penyimpanan, penyaluran, sertifikasi, dan akses pelanggan.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso mengatakan perluasan sertifikasi memperkuat akses layanan sekaligus kesiapan perusahaan menghadapi pertumbuhan pasar penerbangan berkelanjutan.

“Dengan semakin luasnya cakupan sertifikasi dan kesiapan rantai pasok, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan maskapai sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem SAF nasional,” ujar Alimuddin dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Langkah itu datang ketika pemerintah menargetkan implementasi SAF 1 persen mulai 2027. Kementerian Perhubungan menyatakan tahap awal difokuskan pada penerbangan internasional melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman menyatakan, penerapan tersebut bergantung pada kesiapan pasokan Pertamina.

“Hanya untuk penerbangan internasional dan kita hanya fokus di dua bandara yaitu Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali,” kata Sokhib dalam keterangan di Jakarta, Ahad (12/7/2026).

Artinya, perluasan titik layanan Pertamina bukan sekadar penambahan lokasi distribusi. Perusahaan memperkuat mata rantai pasok sebelum kewajiban penggunaan SAF berjalan, sementara pemerintah masih menempatkan kesiapan pasokan sebagai salah satu prasyarat implementasi.

Dengan demikian, ekspansi SAF memasuki fase lebih komersial. Tantangannya bukan hanya memastikan produk tersedia di bandara, tetapi menjaga biaya tetap terjangkau bagi maskapai sambil memenuhi standar keberlanjutan dan target pengurangan emisi penerbangan.

Bagi Pertamina, perluasan sertifikasi dapat memperbesar basis pelanggan dan memperkuat posisi dalam pasar bahan bakar penerbangan rendah karbon.

Bagi maskapai, efektivitas kebijakan 2027 akan sangat bergantung pada harga, kontinuitas pasokan, serta kesiapan infrastruktur distribusi. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh

18 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

ASDP Jajaki Pembukaan Rute Dumai-Malaka

17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

IPC TPK Catat Arus Barang 2,8 Juta TEUs pada Q3 2026, Efisiensi Logistik Nasional Diperkuat

17 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Pendapatan Non-Tol Jasa Marga Tumbuh 17,62%

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Trending di EKOBIS