Wartatrans.com, RAHA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raha bersama instansi terkait melakukan penanganan evakuasi kecelakaan LCT Legenda Nusantara 699 yang mengalami kebakaran di Perairan Kabaena Selat Tiworo, Sulawesi Tenggara, Selasa (1/9/2026).
Seluruh awak kapal berjumlah 13 orang (Person on Board) berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Dari jumlah tersebut, dua awak kapal dilaporkan meninggal dunia (Mualim II dan Juru Minyak III), dan empat awak kapal menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. LMS Baharuddin, M.Kes., Kabupaten Muna, sementara tujuh awak kapal lainnya dalam kondisi selamat.
Kepala Kantor UPP Kelas II Raha, Hamjan menyampaikan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polres Muna, Pol Air Raha, Staf Operasi Basarnas Kendari, Wilker Tampo UPP Raha, serta instansi terkait setelah menerima informasi kejadian.
“Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keselamatan dan penyelamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan ini,” tutur Hamjan.
Menurutnya, setelah proses evakuasi, pihaknya juga memastikan awak kapal yang membutuhkan pertolongan medis segera mendapatkan penanganan.
“Setelah seluruh awak kapal berhasil dievakuasi, kami memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Kami juga terus memantau perkembangan kondisi mereka,” lanjut Hamjan.
Pihak berwenang kini tengah mendalami penyebab pasti kematian kedua awak kapal melalui pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan keterangan.
Sementara itu, Hamjan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sampai menunggu hasil resmi penyelidikan.
Berdasarkan laporan awal, kapal LCT Legenda Nusantara 699 dengan rute Jakarta–Morowali yang mengangkut alat berat dan muatan bahan kimia (chemical) mengalami guncangan akibat gelombang dari arah samping yang menyebabkan muatan bergeser.
Pergeseran muatan tersebut diduga mengakibatkan tanki IBC bermuatan chemical mengalami kebocoran.
“Cairan yang bocor kemudian mengenai bagian kapal berbahan plat besi serta palet atau tangki lainnya sehingga menimbulkan asap pekat dan memicu nyala api,” ungkap dia.
Pascakebakaran, kapal LCT Legenda Nusantara 699 dilaporkan dalam kondisi tenggelam, sementara itu, muatan chemical dilaporkan tumpah ke perairan.
Saat ini, Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani dampak tumpahan chemical tersebut terhadap lingkungan laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan jiwa dan perlindungan lingkungan laut. (omy)































