Menu

Mode Gelap
Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September Percepat Urai Kepadatan, ASDP Maksimalkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi LCT Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, 13 Awak Kapal Berhasil Dievakuasi Volume Pengguna KRL di Sudirman Baru Naik 281 Persen, KAI Commuter Perkuat Fasilitas Kemenhub Perkuat Personel Penegakan Hukum di Laut

ANJUNGAN

Percepat Urai Kepadatan, ASDP Maksimalkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang

badge-check


 Suasana di Pelabuhan Ketapang Perbesar

Suasana di Pelabuhan Ketapang

Wartatrans.com, BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus bergerak cepat mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Menghadapi antrean kendaraan yang mencapai sekitar 12 kilometer, ASDP memaksimalkan operasional kapal berkapasitas besar pada lintasan Ketapang–Gilimanuk guna mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, perusahaan bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah-langkah percepatan.

“Ini untuk mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan serta mengurai kepadatan kendaraan di lapangan,” tutur Her, Rabu (2/9/2026).

Komitmen terhadap pelayanan yang baik dan handal terus menjadi fokus utama kami di tengah dinamika operasional yang terjadi.

“Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya,” jabarnya.

Saat ini, sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk dengan mengerahkan tiga kapal bantuan.

Optimalisasi tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sebagai langkah percepatan untuk meningkatkan kapasitas layanan di tengah kondisi operasional yang dinamis.

Kepadatan yang terjadi salah satunya disebabkan oleh peningkatan arus produksi kendaraan logistik, banyaknya kendaraan logistik yang parkir di badan jalan Pelabuhan Tanjung Wangi.

Selain itu juga tidak terlepas dari adanya pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton.

Peningkatan kapasitas tersebut kata dia, merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Heru menekankan, selama proses pengerjaan berlangsung, kapasitas layanan dermaga belum dapat beroperasi secara penuh seperti kondisi normal.

“Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat melayani hingga 28 kapal. Oleh karena itu, pengaturan pola operasi dan optimalisasi kapal menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode pekerjaan berlangsung,” imbuhnya.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan, penguatan langkah operasional juga dilakukan langsung di lapangan.

Tiga kapal bantuan dioperasikan dengan menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu sandar kapal.

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap.

“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM. Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap,” kata Media.

ASDP juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dari kondisi normal.

Pengguna jasa diharapkan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan keselamatan selama proses antrean dan penyeberangan.

Lebih lanjut, Media memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tidak perlu khawatir apabila terjadi penyesuaian waktu keberangkatan akibat kondisi kepadatan. Dalam kondisi force majeure, tiket yang telah dimiliki pengguna jasa tetap akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memahami kondisi ini dapat berdampak pada perjalanan masyarakat. Karena itu, kami meminta pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat kondisi ini,” tambah dia.

Sebagai penggerak konektivitas antarpulau, ASDP akan terus melakukan optimalisasi dan evaluasi operasional bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan dengan optimal. (omy)

 

Baca Lainnya

LCT Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, 13 Awak Kapal Berhasil Dievakuasi

2 September 2026 - 16:14 WIB

Kemenhub Perkuat Personel Penegakan Hukum di Laut

2 September 2026 - 15:54 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

ASDP Perkuat Kepatuhan Manifest demi Keselamatan Penyeberangan

2 September 2026 - 05:32 WIB

TPIA Buka Terminal Cilegon, Aset Pelabuhan Masuk Pasar Eksternal

2 September 2026 - 05:24 WIB

Apresiasi Kreativitas Pekerja, PTP Nonpetikemas Hadirkan PTP Inovasi 2026

1 September 2026 - 21:21 WIB

Ditjen Hubla Perkuat Kompetensi SDM di Pelabuhan

1 September 2026 - 19:58 WIB

Fasilitasi Logistik Oversized Cargo, Pelabuhan Ciwandan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

1 September 2026 - 14:52 WIB

ASDP Perkuat Kapasitas Dermaga Gilimanuk Bali

1 September 2026 - 12:33 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Trending di ANJUNGAN