Wartatrans.com, JAKARTA – Volume pengguna KRL atau Commuter Line yang turun di Stasiun Sudirman Baru/BNI City meningkat signifikan setelah pengalihan layanan dari Stasiun Karet. Hingga pukul 12.00 WIB pada hari kedua pengalihan, Rabu (2/9/2026), tercatat 8.662 pengguna turun di stasiun tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, angka tersebut meningkat 281 persen dibandingkan volume pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru sebelum pekerjaan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru dimulai.

“Untuk di hari kedua ini, terpantau juga peningkatan volume pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru pada jam sibuk pagi. Hingga pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 8.662 orang yang turun di stasiun ini, atau meningkat 281 persen dari volume sebelum pekerjaan integrasi yaitu sebanyak 3 ribu orang,” kata Karina.
Peningkatan volume pengguna juga terlihat pada hari pertama pengalihan layanan, Selasa (1/9). Berdasarkan akumulasi data, sebanyak 13.856 pengguna tercatat naik dan 10.829 pengguna turun di Stasiun Sudirman Baru.
Karina menyebut, total pergerakan pengguna tersebut meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan kondisi sebelum proses integrasi, ketika jumlah pengguna yang naik dan turun di Stasiun Sudirman Baru berada di kisaran 8.000 orang.
Mengantisipasi lonjakan volume pengguna, KAI Commuter mengoptimalkan sejumlah fasilitas pelayanan di Stasiun Sudirman Baru. Gate elektronik dan loket pada hall baru di sisi timur menuju Jalan Sudirman serta sisi barat menuju kawasan Stasiun Karet lama telah mulai dioperasikan.
Selain itu, selasar sisi selatan yang menjadi akses pedestrian juga telah dilengkapi penerangan dan petugas pengamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan pengguna tetap aman dan tertib selama masa pengalihan.
KAI Commuter turut menyediakan layanan bagi pengguna prioritas, termasuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, seperti pengguna kursi roda.
“Pengguna prioritas bisa langsung menghubungi petugas yang berdinas di selasar akses masuk ke stasiun untuk mendapatkan layanan ini,” ujar Karina.
Sementara bagi pengguna yang akan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Manggarai, KAI Commuter mengoperasikan hall baru di sisi timur atau river side dari arah Jalan Sudirman.
Pengguna dapat langsung menuju peron Jalur 2 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line tujuan Stasiun Manggarai.
KAI Commuter juga menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan pada akses pedestrian dari arah Stasiun Karet. Tenda atau kanopi akan disediakan untuk melindungi pengguna dari panas dan hujan.
Penerangan di area pedestrian juga akan ditambah. Selain itu, petugas keamanan secara mobile akan ditempatkan untuk memperkuat aspek keamanan, terutama bagi pengguna yang melintas pada malam hari menuju hall barat Stasiun Sudirman Baru.
Karina meminta maaf kepada pengguna atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Karet.
“Selama proses pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Karet ini, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Ke depannya dengan peningkatan fasilitas dan pula meningkatkan layanan kepada pengguna Commuter Line yang lebih tertata dan nyaman dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelasnya.
Menurut Karina, integrasi kedua stasiun tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pelayanan transportasi umum, tetapi juga memberikan manfaat terhadap pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan.
Setelah pekerjaan integrasi selesai, peron Stasiun Karet direncanakan dialihfungsikan menjadi area drop-off atau lay-by. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Mas Mansyur.
“Nantinya usai pekerjaan integrasi ini peron Stasiun Karet juga akan dialihfungsikan sebagai area drop-off/lay-by, sehingga integrasi Karet ini bisa sekalian menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Jalan Mas Mansyur,” tutup Karina.(fahmi)
































