Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia–India Luncurkan Koridor Kreatif Berbasis AI, Bidik Pasar Global IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Penumpang dan Awak Pesawat Selamat KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari

PERON

KCIC Catat 24 Ribu Penumpang Prioritas Whoosh, Layanan Pendampingan Terus Diperkuat

badge-check


 KCIC Catat 24 Ribu Penumpang Prioritas Whoosh, Layanan Pendampingan Terus Diperkuat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Layanan kereta cepat Whoosh terus memperkuat akses bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sekitar 9.000 penumpang prioritas telah menggunakan Whoosh sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Jika diakumulasikan sejak 2025, jumlah penumpang prioritas yang telah dilayani KCIC mencapai sekitar 24.000 orang. Kelompok tersebut mencakup lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil, serta penumpang dengan kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pelayanan bagi penumpang prioritas diberikan secara menyeluruh atau end-to-end. Pendampingan dapat dilakukan sejak penumpang berada di stasiun keberangkatan hingga tiba di stasiun tujuan.

“Whoosh merupakan layanan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian khusus, KCIC menghadirkan layanan secara end-to-end, mulai dari pendampingan di stasiun keberangkatan, menuju gate dan peron, proses naik ke kereta, pendampingan selama perjalanan, hingga kembali dibantu saat tiba di stasiun tujuan,” ujar Eva.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, stasiun-stasiun Whoosh dilengkapi berbagai fasilitas yang dirancang agar lebih mudah diakses penumpang prioritas. Fasilitas itu antara lain lift, tactile paving atau jalur pemandu, toilet ramah disabilitas, gate berukuran lebih lebar, kursi roda, ramp, serta kursi tunggu prioritas.

Di dalam rangkaian kereta Whoosh juga tersedia 32 kursi prioritas atau PRM yang berada di bagian ujung kereta, dekat pintu. Penempatan tersebut ditujukan untuk memudahkan penumpang saat keluar maupun masuk kereta.

Whoosh juga menyediakan toilet ramah disabilitas dengan ruang yang memungkinkan pengguna kursi roda melakukan manuver dengan lebih leluasa.

Selain fasilitas fisik, petugas KCIC memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing penumpang. Bantuan dapat diberikan mulai dari proses di stasiun keberangkatan, perjalanan menuju peron, saat naik kereta, selama perjalanan, hingga proses keluar dari stasiun tujuan.

Penumpang yang membutuhkan bantuan dapat menyampaikannya langsung kepada petugas di stasiun. Permintaan pendampingan juga dapat disampaikan lebih awal melalui Contact Center KCIC sehingga petugas dapat menyiapkan kebutuhan pelayanan sebelum perjalanan berlangsung.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KCIC rata-rata melayani sekitar 1.137 penumpang prioritas setiap bulan. Jumlah bulanan tertinggi tercatat pada Juli 2026 dengan 1.401 penumpang.

Sementara berdasarkan lokasi pelayanan sepanjang 2025 hingga 2026, Stasiun Padalarang dan Stasiun Halim masing-masing mencatat sekitar 8.000 penumpang prioritas. Berikutnya Stasiun Tegalluar Summarecon sekitar 4.000 penumpang, Stasiun Bandung dan Cimahi sekitar 4.000 penumpang, serta Stasiun Karawang sekitar 400 penumpang.

Kecepatan perjalanan Whoosh turut menjadi salah satu faktor yang memberikan kenyamanan bagi penumpang prioritas. Rute Halim-Padalarang dapat ditempuh sekitar 30 menit sehingga durasi perjalanan menjadi lebih singkat, terutama bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.

“KCIC terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi penumpang prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Whoosh sebagai transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Eva.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil

24 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban

22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Whoosh Dukung Sport Tourism, Permudah Pelari Bandung ke Jakarta

22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

KAI Angkut 50,75 Juta Ton Barang hingga September 2026, Angkutan Nonbatu Bara Tumbuh

22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Hemat Biaya hingga Tekan Polusi, Commuter Line Jabodetabek Layani 349 Juta Pengguna

22 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Menembus Bukit Sejak Zaman Kolonial, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua

22 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas

22 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group

21 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Trending di EKOBIS