Wartatrans.com, JAKARTA – Layanan kereta cepat Whoosh terus memperkuat akses bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sekitar 9.000 penumpang prioritas telah menggunakan Whoosh sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jika diakumulasikan sejak 2025, jumlah penumpang prioritas yang telah dilayani KCIC mencapai sekitar 24.000 orang. Kelompok tersebut mencakup lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil, serta penumpang dengan kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pelayanan bagi penumpang prioritas diberikan secara menyeluruh atau end-to-end. Pendampingan dapat dilakukan sejak penumpang berada di stasiun keberangkatan hingga tiba di stasiun tujuan.
“Whoosh merupakan layanan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian khusus, KCIC menghadirkan layanan secara end-to-end, mulai dari pendampingan di stasiun keberangkatan, menuju gate dan peron, proses naik ke kereta, pendampingan selama perjalanan, hingga kembali dibantu saat tiba di stasiun tujuan,” ujar Eva.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, stasiun-stasiun Whoosh dilengkapi berbagai fasilitas yang dirancang agar lebih mudah diakses penumpang prioritas. Fasilitas itu antara lain lift, tactile paving atau jalur pemandu, toilet ramah disabilitas, gate berukuran lebih lebar, kursi roda, ramp, serta kursi tunggu prioritas.
Di dalam rangkaian kereta Whoosh juga tersedia 32 kursi prioritas atau PRM yang berada di bagian ujung kereta, dekat pintu. Penempatan tersebut ditujukan untuk memudahkan penumpang saat keluar maupun masuk kereta.
Whoosh juga menyediakan toilet ramah disabilitas dengan ruang yang memungkinkan pengguna kursi roda melakukan manuver dengan lebih leluasa.
Selain fasilitas fisik, petugas KCIC memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing penumpang. Bantuan dapat diberikan mulai dari proses di stasiun keberangkatan, perjalanan menuju peron, saat naik kereta, selama perjalanan, hingga proses keluar dari stasiun tujuan.
Penumpang yang membutuhkan bantuan dapat menyampaikannya langsung kepada petugas di stasiun. Permintaan pendampingan juga dapat disampaikan lebih awal melalui Contact Center KCIC sehingga petugas dapat menyiapkan kebutuhan pelayanan sebelum perjalanan berlangsung.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KCIC rata-rata melayani sekitar 1.137 penumpang prioritas setiap bulan. Jumlah bulanan tertinggi tercatat pada Juli 2026 dengan 1.401 penumpang.
Sementara berdasarkan lokasi pelayanan sepanjang 2025 hingga 2026, Stasiun Padalarang dan Stasiun Halim masing-masing mencatat sekitar 8.000 penumpang prioritas. Berikutnya Stasiun Tegalluar Summarecon sekitar 4.000 penumpang, Stasiun Bandung dan Cimahi sekitar 4.000 penumpang, serta Stasiun Karawang sekitar 400 penumpang.
Kecepatan perjalanan Whoosh turut menjadi salah satu faktor yang memberikan kenyamanan bagi penumpang prioritas. Rute Halim-Padalarang dapat ditempuh sekitar 30 menit sehingga durasi perjalanan menjadi lebih singkat, terutama bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.
“KCIC terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi penumpang prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Whoosh sebagai transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Eva.(fahmi)
































