Menu ✖

Mode Gelap
Wahyu Zein, Penyany Sekaligus Komposer Rilis EP dan Sukses Tembus 8 Ribuan Montly Listeners di Spotify Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Digelar di USK, Hadirkan Seniman dari Berbagai Negara Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang OPINI: Peralihan Pucuk Pimpinan Polri – Murni Bebenah atau Sekadar Alat Kekuasaan Baru?

PERON

KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian

badge-check


 KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan program EduTrain, perjalanan edukatif yang membuka kesempatan bagi anak-anak panti asuhan untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi perkeretaapian Indonesia.

Program ini menjadi ruang berbagi pengetahuan melalui pengalaman langsung menggunakan layanan kereta api serta mengenal sistem transportasi modern dari sisi teknologi, operasional, dan keselamatan.

EduTrain diselenggarakan KAI berkolaborasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-81 KAI. Program dirancang dalam dua batch perjalanan Jakarta–Bandung dan Bandung–Jakarta dengan melibatkan anak-anak dari panti asuhan.

Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas mengatakan EduTrain membawa semangat berbagi nilai melalui pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki perusahaan kepada generasi muda.

“Teknologi yang dimiliki perusahaan akan memberi nilai yang semakin luas ketika pengetahuan di baliknya dapat dibagikan. Melalui EduTrain, kami ingin anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang membuka rasa ingin tahu dan memperluas pandangan mereka terhadap masa depan,” ujar Indarto.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan EduTrain dirancang agar anak-anak dapat mengenal teknologi perkeretaapian melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin membuka akses pengetahuan melalui perjalanan. Anak-anak dapat melihat bagaimana teknologi, layanan, dan keselamatan bekerja dalam ekosistem perkeretaapian,” ujar Anne.

Setiap batch EduTrain diikuti 90 peserta yang terdiri atas 81 anak dan 9 pendamping dari tiga panti asuhan. Dari masing-masing panti, program melibatkan 27 anak dan tiga pendamping. Komposisi tersebut disusun agar proses belajar dan pendampingan selama perjalanan berlangsung lebih terarah.

Rangkaian EduTrain membawa peserta menggunakan KA Feeder dan Whoosh, sekaligus mengenal layanan perkeretaapian modern Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapat pengenalan mengenai teknologi Kereta Cepat Whoosh, operasional dan layanan perjalanan, fasilitas stasiun, hingga aspek keselamatan.

Agenda juga dilengkapi interactive on board session, kelas inspiratif, sharing session bersama jajaran KAI dan KCIC, permainan edukatif, serta pengenalan fasilitas stasiun. Materi yang diberikan mencakup peran KAI dan Whoosh, keselamatan dan etika bertransportasi publik, serta pengenalan dunia perkeretaapian kepada peserta.

Menurut Anne, pengalaman langsung membuat proses belajar lebih dekat dengan keseharian anak-anak sekaligus membuka ruang untuk bertanya dan memahami teknologi secara lebih sederhana.

“Ketika mereka melihat, mencoba, dan bertanya langsung, teknologi menjadi lebih mudah dipahami dan dapat memantik rasa ingin tahu,” kata Anne.

EduTrain juga diarahkan untuk menumbuhkan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta keberanian merancang masa depan. Pengalaman menggunakan layanan perkeretaapian menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai bidang ilmu dan profesi dalam ekosistem transportasi modern.

Melalui kolaborasi KAI dan KCIC, peserta memperoleh kesempatan belajar dari layanan, teknologi, serta sumber daya manusia di lingkungan perkeretaapian. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki perusahaan dibagikan kepada generasi muda agar perkembangan teknologi dapat menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman, pengetahuan baru, dan keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih luas,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

KA Mutiara Timur Catat 304.522 Pelanggan, Banyuwangi Makin Terhubung dengan Surabaya

4 Oktober 2026 - 17:26 WIB

KAI Catat 11,34 Juta Pergerakan Pelanggan di Sumatra, Naik 12,02 Persen

4 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Commuter Run 2026 Diikuti 2.500 Peserta, KAI Commuter Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transportasi Publik

4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Dilema Aturan Impor KRL Bekas dan Kebutuhan Layanan Publik

3 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Trending di PERON