Menu ✖

Mode Gelap
Ditjen Hubdat Perkuat SMK PAU dan Pengawasan Kendaraan ODOL Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika Hore, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali, Antrean Menyusut jadi 0,5 KM 2 Tower Baru Blok M, Properti dan TOD Masuk Fase Eksekusi Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Fluktuatif, Mobilitas Aglomerasi Terus Tumbuh Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan

PERON

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

badge-check


 Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan angkutan barang berbasis kereta api untuk mendukung distribusi berbagai komoditas nasional.

Sepanjang Januari–September 2026, volume angkutan barang non-batu bara KAI mencapai 9.148.571 ton, meningkat 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 8.912.566 ton.

Angkutan non-batu bara KAI mencakup berbagai komoditas, antara lain semen dan klinker, peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), hasil perkebunan, angkutan ritel, serta pupuk. Sejalan dengan perkembangan tersebut, KAI terus memperluas jenis komoditas yang dapat dilayani melalui kereta api, termasuk hasil pertanian, pangan, dan peternakan.

Salah satu pengembangan terbaru dilakukan KAI melalui anak usahanya, KAI Logistik, dengan melaksanakan uji coba angkutan hasil pertanian relasi Banyuwangi–Jakarta pada 28 September 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI memperluas pemanfaatan jaringan kereta api untuk mendukung pergerakan barang dari daerah produksi menuju pusat konsumsi.

“Angkutan non-batu bara KAI terus berkembang dengan komoditas yang semakin beragam. Pengembangan angkutan hasil pertanian dari Banyuwangi membuka peluang pemanfaatan kereta api yang lebih luas untuk mendukung distribusi komoditas pangan antardaerah secara terjadwal dan terintegrasi,” ujar Anne.

Dalam uji coba perdana, kereta api diberangkatkan dari Stasiun Argopuro, Banyuwangi, pada 28 September 2026 pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong. Muatan didominasi hasil pertanian asal Banyuwangi berupa buah naga.

Layanan tersebut dikembangkan untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Uji coba ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh, meliputi aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, serta kesiapan pelayanan dari titik asal hingga tujuan.

“Tahap uji coba penting untuk memastikan setiap proses dapat berjalan sesuai kebutuhan operasional. Kami ingin layanan ini dipersiapkan dengan baik, mulai dari pemuatan di daerah produksi, perjalanan kereta api, hingga komoditas tiba di wilayah tujuan,” kata Anne.

Pengembangan angkutan tersebut merupakan kelanjutan dari persiapan layanan pengiriman hasil bumi berupa sayur dan buah, pangan, hasil ternak berupa sapi hidup, serta berbagai komoditas pendukung dengan relasi Banyuwangi–Jakarta pulang-pergi.

Layanan direncanakan mulai beroperasi secara reguler pada November 2026. Pengembangan layanan tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2030 dengan rencana angkutan mencapai 84.200 gerbong datar selama periode kerja sama.

Untuk mendukung operasional, tengah dipersiapkan area muat di empat stasiun strategis, yakni Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.

Saat beroperasi penuh, setiap kereta api direncanakan membawa hingga 20 gerbong kontainer dengan kapasitas sekitar 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.

Dalam skema operasional yang dipersiapkan, sekitar 75 ekor sapi dapat diangkut menggunakan tiga gerbong, sedangkan gerbong lainnya digunakan untuk membawa hasil pertanian dan komoditas lainnya.

Pengangkutan menggunakan kontainer yang disesuaikan dengan karakteristik dan jenis komoditas. Untuk ternak hidup, sarana dipersiapkan sesuai standar teknis, keselamatan, kelayakan operasional, pengujian, sertifikasi, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memperhatikan kesejahteraan hewan.

Dalam pengembangannya, juga disiapkan muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi untuk mengoptimalkan kapasitas angkut. Komoditas yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, serta kebutuhan logistik lainnya.

Anne mengatakan pengembangan layanan tersebut akan melengkapi portofolio angkutan non-batu bara yang selama ini telah dilayani KAI.

“Kereta api memiliki kapasitas angkut besar dan perjalanan yang terjadwal. Dari semen dan klinker, peti kemas, BBM, hasil perkebunan, ritel, hingga pupuk, layanan angkutan KAI terus berkembang mengikuti kebutuhan logistik. Kehadiran angkutan hasil pertanian dan peternakan diharapkan semakin menghubungkan sentra produksi dengan pasar serta mendukung kelancaran rantai pasok pangan nasional,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

Trending di PERON