Wartatrans.com, BANTEN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten terus memperkuat posisinya sebagai gerbang strategis untuk distribusi logistik general cargo berdimensi khusus (oversized cargo) dari Indonesia. Salah satu pencapaian operasional yang secara konsisten dicapai adalah keberhasilan dalam memfasilitasi layanan ekspor Wind Mill Tower (menara turbin angin) menuju pasar global melalui Pelabuhan Ciwandan.
Menangani produk industri energi terbarukan berskala masif seperti Wind Mill Tower menuntut spesifikasi infrastruktur yang kokoh, kapasitas alat berat yang mumpuni, serta tingkat presisi operasional yang tinggi. Pelabuhan Ciwandan terbukti mampu mengakomodasi kebutuhan khusus tersebut dengan baik. Dukungan keandalan dermaga, kelengkapan peralatan bongkar muat, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat menjadikan Pelabuhan Ciwandan sebagai salah satu pilihan terbaik bagi pelaku industri yang mencari layanan ekspor Wind Mill Tower dari Indonesia.

Kapasitas dan keandalan operasional tersebut tecermin langsung pada data pencapaian kinerja pelabuhan. Berdasarkan rekapitulasi data perusahaan, sepanjang tahun 2025, Pelindo Regional 2 Banten berhasil melayani penanganan general cargo produk Wind Mill Tower dengan total volume mencapai 347.850 MT dengan tujuan berbagai negara seperti Kanada. Tren kinerja yang positif ini terus berlanjut pada tahun berikutnya. Tercatat, sejak Januari hingga Agustus 2026, volume penanganan kargo untuk komoditas yang sama telah menyentuh angka 269.006 MT dan akan terus bertambah hingga akhir tahun 2026.
Kelancaran seluruh aktivitas penanganan dan bongkar muat komponen tabung menara tersebut sukses direalisasikan melalui kolaborasi serta kemitraan strategis yang kuat bersama pengguna jasa dan pemangku kepentingan lainnya.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Achmad Yoga Suryadarma, menjelaskan bahwa konsistensi pelayanan kargo berdimensi besar ini merupakan wujud nyata kesiapan infrastruktur pelabuhan dalam merespons kebutuhan industri manufaktur dan energi.
“Aktivitas bongkar muat untuk komoditas Wind Mill Tower memiliki kompleksitas tersendiri yang membutuhkan keandalan alat dan kompetensi tenaga operasional di lapangan. Keberhasilan kami mencatatkan tren pelayanan ratusan ribu MT kargo tiap tahunnya membuktikan bahwa ekosistem logistik di Pelabuhan Ciwandan siap dan andal untuk menangani proyek-proyek general cargo besar skala internasional,” ujar Achmad Yoga Suryadarma.
Yoga menambahkan, pencapaian ini juga merupakan buah dari sinergi yang terbangun harmonis dengan para mitra pengguna jasa yang secara konsisten memercayakan rantai pasok logistiknya melalui fasilitas pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo.
Dengan rekam jejak penyelesaian operasional yang aman dan efisien, PT Pelindo Regional 2 Banten senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanannya. Pelabuhan Ciwandan akan terus dioptimalkan agar dapat selalu menjadi solusi dan mitra andalan bagi industri yang membutuhkan layanan distribusi maupun ekspor logistik kargo berdimensi khusus (oversized cargo) dan komoditas general cargo lainnya.(ahmad)




























