Menu

Mode Gelap
Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Pascagempa NTT Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026 IPC TPK Dorong Pemulihan Ekosistem Mangrove melalui Program “The North Green Movement”

PERON

Kampung Nelayan Merah Putih Konawe Mulai Ekspor, 8 Ton Ikan Berkualitas Dikirim ke Luar Kota

badge-check


 Kampung Nelayan Merah Putih Konawe Mulai Ekspor, 8 Ton Ikan Berkualitas Dikirim ke Luar Kota Perbesar

Wartatrans.com, KONAWE – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mulai mengirimkan 8 ton ikan berkualitas ekspor ke luar kota. Ini pengiriman pertama sejak program kerja prioritas itu beroperasi uji coba pada Agustus ini.

Dirjen Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengatakan, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa KNMP mulai berfungsi sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi nelayan dengan penanganan hasil dan akses pasar.

“KKP mendorong KNMP tidak hanya menjadi kawasan dengan fasilitas perikanan, tetapi menjadi mesin ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (20/8).

Melalui kehadiran KNMP, sambung Latif, nelayan turut didorong untuk menjaga mutu dan mengembangkan usaha menjadi lebih profesional. Untuk itu, KKP juga memperkuat literasi keuangan, akses pembiayaan dan pemasaran sebagai upaya mendorong nelayan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Pada moment HUT RI kemarin misalnya, pihaknya menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di KNMP Sorue Jaya. Nelayan dan keluarga nelayan mendapatkan pelatihan perlindungan usaha, pemutakhiran data e-KUSUKA, literasi pengelolaan keuangan serta fasilitasi akses pembiayaan.

“Pemberdayaan juga diarahkan pada pengembangan usaha keluarga nelayan melalui pelatihan sablon dan ecoprint, serta promosi produk melalui bazar UMKM perikanan,” terangnya.

Menurutnya, penguatan ekonomi di KNMP juga harus memberikan ruang bagi keluarga nelayan untuk mengembangkan usaha, sehingga manfaat pembangunan dapat menciptakan sumber-sumber pendapatan baru di kawasan pesisir.

“Kalau ekosistem ini berjalan, nelayan tidak hanya menjadi produsen ikan, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan memiliki posisi tawar. Inilah yang kita maksud dengan nelayan naik kelas,” pungkas Latif. (fahmi)

Baca Lainnya

KAI Kelola 14.562 Ton Limbah Sepanjang 2025, Perkuat Konsep Perjalanan Ramah Lingkungan

20 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Dua Insiden Tertemper Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Minta Maaf

20 Agustus 2026 - 17:28 WIB

KAI Mulai Kembangkan Blok F dan G TOD Manggarai, Siapkan 1.232 Unit Hunian

20 Agustus 2026 - 15:01 WIB

HUT ke-81 Jabar, KCIC Hadirkan Seni Budaya Sunda di Stasiun dan Whoosh

20 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Survei KAI: Teman dan Keluarga Jadi Sumber Utama Kenalkan Access by KAI

20 Agustus 2026 - 11:21 WIB

KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi

20 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi

20 Agustus 2026 - 10:20 WIB

KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta

19 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket

19 Agustus 2026 - 20:46 WIB

KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian

19 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Trending di PERON