Menu ✖

Mode Gelap
Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang OPINI: Peralihan Pucuk Pimpinan Polri – Murni Bebenah atau Sekadar Alat Kekuasaan Baru? Tanjung Lesung Kini Terhubung Dengan Bandara Soekarno-Hatta Melalui Layanan DAMRI Viral Dugaan Penganiayaan Awak Kapal, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru

PERON

Kampung Nelayan Merah Putih Konawe Mulai Ekspor, 8 Ton Ikan Berkualitas Dikirim ke Luar Kota

badge-check


 Kampung Nelayan Merah Putih Konawe Mulai Ekspor, 8 Ton Ikan Berkualitas Dikirim ke Luar Kota Perbesar

Wartatrans.com, KONAWE – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mulai mengirimkan 8 ton ikan berkualitas ekspor ke luar kota. Ini pengiriman pertama sejak program kerja prioritas itu beroperasi uji coba pada Agustus ini.

Dirjen Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengatakan, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa KNMP mulai berfungsi sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi nelayan dengan penanganan hasil dan akses pasar.

“KKP mendorong KNMP tidak hanya menjadi kawasan dengan fasilitas perikanan, tetapi menjadi mesin ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (20/8).

Melalui kehadiran KNMP, sambung Latif, nelayan turut didorong untuk menjaga mutu dan mengembangkan usaha menjadi lebih profesional. Untuk itu, KKP juga memperkuat literasi keuangan, akses pembiayaan dan pemasaran sebagai upaya mendorong nelayan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Pada moment HUT RI kemarin misalnya, pihaknya menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di KNMP Sorue Jaya. Nelayan dan keluarga nelayan mendapatkan pelatihan perlindungan usaha, pemutakhiran data e-KUSUKA, literasi pengelolaan keuangan serta fasilitasi akses pembiayaan.

“Pemberdayaan juga diarahkan pada pengembangan usaha keluarga nelayan melalui pelatihan sablon dan ecoprint, serta promosi produk melalui bazar UMKM perikanan,” terangnya.

Menurutnya, penguatan ekonomi di KNMP juga harus memberikan ruang bagi keluarga nelayan untuk mengembangkan usaha, sehingga manfaat pembangunan dapat menciptakan sumber-sumber pendapatan baru di kawasan pesisir.

“Kalau ekosistem ini berjalan, nelayan tidak hanya menjadi produsen ikan, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan memiliki posisi tawar. Inilah yang kita maksud dengan nelayan naik kelas,” pungkas Latif. (fahmi)

Baca Lainnya

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

KA Mutiara Timur Catat 304.522 Pelanggan, Banyuwangi Makin Terhubung dengan Surabaya

4 Oktober 2026 - 17:26 WIB

KAI Catat 11,34 Juta Pergerakan Pelanggan di Sumatra, Naik 12,02 Persen

4 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Commuter Run 2026 Diikuti 2.500 Peserta, KAI Commuter Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transportasi Publik

4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Dilema Aturan Impor KRL Bekas dan Kebutuhan Layanan Publik

3 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Trending di PERON