Menu ✖

Mode Gelap
Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM ​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

BANDARA

Dampak Karhutla, AirNav Perketat Pantauan Ruang Udara Kalimantan

badge-check


 Dirut AirNav Indonesia Perbesar

Dirut AirNav Indonesia

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia memperketat pemantauan kondisi ruang udara secara menyeluruh, khususnya terkait perubahan jarak pandang (visibility) dan kondisi meteorologi yang berpotensi memengaruhi keselamatan operasional dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

“Hingga saat ini, dilaporkan semakin meluas dan terus memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan,” jelas Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi atmosfer dan jarak pandang yang dinamis memerlukan pemantauan secara berkelanjutan.

Hal tersebut agar informasi yang dibutuhkan untuk mendukung keselamatan penerbangan dapat tersedia secara cepat dan akurat.

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Dalam menghadapi kondisi kabut asap seperti saat ini, AirNav terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ruang udara, termasuk perubahan jarak pandang, kondisi cuaca, serta informasi meteorologi lainnya,” urainya.

Informasi tersebut  dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan setiap penerbangan mendapatkan informasi yang diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan operasional.

Berdasarkan pantauan hari ini hingga pukul 11.57 WIB, kondisi terdampak kabut asap paling signifikan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan jarak pandang turun drastis hingga 600 meter.

Kondisi ini menyebabkan seluruh penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

Satu penerbangan tujuan Jakarta-Pontianak terpaksa melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asalnya.

“Sementara itu, penerbangan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih berjalan normal dengan jarak pandang aman di sekitar 3.500 meter,” ujar Avirianto.

Sehari sebelumnya, dampak kabut asap juga sempat memasuki wilayah udara Kalimantan Utara.

Sebagai dampak, jarak pandang di Bandara Juwata, Tarakan, sempat merosot tajam ke rentang 1.000–5.000 meter.

Hal ini mengakibatkan satu penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara terdekat, serta tiga penerbangan lainnya sempat tertunda (delay).

Pada hari yang sama, penurunan visibilitas ekstrem akibat akbut asap juga tercatat di beberapa bandara perintis Kalimantan.

Antara lain di Malinau, jarak pandang sempat menyentuh 2.000 meter yang menyebabkan satu penerbangan perintis dialihkan (divert).

Kemudian di Bandara Long Apung, jarak pandang saat itu hanya berkisar 150-300 meter. Demikian halnya di Bandara Tanjung Harapan, berada di kisaran 400-1.000 meter.

”Tetapi hari ini (2/9), kondisi di Kalimantan Utara terpantau mulai membaik, dengan jarak pandang yang meningkat hingga di kisaran 3.000–5.000 meter,” imbuhnya.

Erupsi Gunung Sinabung

Menurutnya, tidak hanya melakukan pemantauan terhadap dampak kabut asat karhutla, pemantauan juga dilakukan Airnav terhadap dampak erupsi Gunung Sinabung di Sumatra Utara.

Hari ini, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu kembali normal. Tidak ada abu vulkanik yang menutupi jalur penerbangan.

”Jadi, pemantauan dilakukan oleh Airnav  secara menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh ruang udara aman untuk dilintasi. Jika ada potensi gangguan apa pun, sesuai prosedur, kami akan secepatnya merilis informasi tersebut kepada pilot dan maskapai penerbangan. Langkah ini untuk memastikan setiap penerbangan mendapatkan informasi yang diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan operasional,” jabar Avirianto.

Hal ini ditegaskannya, karena keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. (omy)

Baca Lainnya

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

INACA Beri Penghargaan 5 Bandara

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Sikapi Eskalasi Geopolitik Timteng, Garuda Perkuat Mitigasi Operasional

15 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident

14 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Trending di BANDARA