Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

BANDARA

Dampak Karhutla, AirNav Perketat Pantauan Ruang Udara Kalimantan

badge-check


 Dirut AirNav Indonesia Perbesar

Dirut AirNav Indonesia

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia memperketat pemantauan kondisi ruang udara secara menyeluruh, khususnya terkait perubahan jarak pandang (visibility) dan kondisi meteorologi yang berpotensi memengaruhi keselamatan operasional dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

“Hingga saat ini, dilaporkan semakin meluas dan terus memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan,” jelas Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi atmosfer dan jarak pandang yang dinamis memerlukan pemantauan secara berkelanjutan.

Hal tersebut agar informasi yang dibutuhkan untuk mendukung keselamatan penerbangan dapat tersedia secara cepat dan akurat.

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Dalam menghadapi kondisi kabut asap seperti saat ini, AirNav terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ruang udara, termasuk perubahan jarak pandang, kondisi cuaca, serta informasi meteorologi lainnya,” urainya.

Informasi tersebut  dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan setiap penerbangan mendapatkan informasi yang diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan operasional.

Berdasarkan pantauan hari ini hingga pukul 11.57 WIB, kondisi terdampak kabut asap paling signifikan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan jarak pandang turun drastis hingga 600 meter.

Kondisi ini menyebabkan seluruh penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

Satu penerbangan tujuan Jakarta-Pontianak terpaksa melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asalnya.

“Sementara itu, penerbangan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih berjalan normal dengan jarak pandang aman di sekitar 3.500 meter,” ujar Avirianto.

Sehari sebelumnya, dampak kabut asap juga sempat memasuki wilayah udara Kalimantan Utara.

Sebagai dampak, jarak pandang di Bandara Juwata, Tarakan, sempat merosot tajam ke rentang 1.000–5.000 meter.

Hal ini mengakibatkan satu penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara terdekat, serta tiga penerbangan lainnya sempat tertunda (delay).

Pada hari yang sama, penurunan visibilitas ekstrem akibat akbut asap juga tercatat di beberapa bandara perintis Kalimantan.

Antara lain di Malinau, jarak pandang sempat menyentuh 2.000 meter yang menyebabkan satu penerbangan perintis dialihkan (divert).

Kemudian di Bandara Long Apung, jarak pandang saat itu hanya berkisar 150-300 meter. Demikian halnya di Bandara Tanjung Harapan, berada di kisaran 400-1.000 meter.

”Tetapi hari ini (2/9), kondisi di Kalimantan Utara terpantau mulai membaik, dengan jarak pandang yang meningkat hingga di kisaran 3.000–5.000 meter,” imbuhnya.

Erupsi Gunung Sinabung

Menurutnya, tidak hanya melakukan pemantauan terhadap dampak kabut asat karhutla, pemantauan juga dilakukan Airnav terhadap dampak erupsi Gunung Sinabung di Sumatra Utara.

Hari ini, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu kembali normal. Tidak ada abu vulkanik yang menutupi jalur penerbangan.

”Jadi, pemantauan dilakukan oleh Airnav  secara menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh ruang udara aman untuk dilintasi. Jika ada potensi gangguan apa pun, sesuai prosedur, kami akan secepatnya merilis informasi tersebut kepada pilot dan maskapai penerbangan. Langkah ini untuk memastikan setiap penerbangan mendapatkan informasi yang diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan operasional,” jabar Avirianto.

Hal ini ditegaskannya, karena keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. (omy)

Baca Lainnya

InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports

10 September 2026 - 10:11 WIB

Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA

10 September 2026 - 09:54 WIB

Kemenhub Kawal Masa Transisi Penerapan Piece Concept Bagage Garuda Indonesia

9 September 2026 - 19:06 WIB

Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

9 September 2026 - 16:23 WIB

Begini APJAPI Soroti Kebijakan Baru Garuda Terkait Piece Concept Bagage

9 September 2026 - 14:46 WIB

Garuda Indonesia Periksa Armada Terdampak Abu Vulkanik Sebelum Kembali Terbang

9 September 2026 - 11:23 WIB

INACA Apresiasi Stakeholder Penerbangan dalam Penanganan Pascaserupsi GAK

9 September 2026 - 09:13 WIB

AirNav Indonesia Resmi Operasikan Jarkompenas

8 September 2026 - 17:32 WIB

Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup

8 September 2026 - 14:30 WIB

AirAsia Kembali Mengoperasikan Penerbangan dari Bandara Terdampak Erupsi GAK

8 September 2026 - 14:20 WIB

Trending di BANDARA