Menu ✖

Mode Gelap
IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

NASIONAL

Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas

badge-check


 Pantauan Karhutla di Waykambas (ist) Perbesar

Pantauan Karhutla di Waykambas (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA  – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mencapai 774,14 hektare.

Pemerintah mengerahkan Tim Alfa TNI, drone termal, drone semprot, pompa air dan menyiapkan water bombing agar api tidak meluas ke habitat satwa.

Luas tersebut terdiri dari 673,4 hektare di Resort Kuala Penet dan 100,74 hektare di sekitar Desa Braja Luhur. Kebakaran terpantau Jumat (21/8/2026), dengan ratusan personel gabungan dikerahkan.

Di Way Kambas, yang dipertaruhkan bukan semata tutupan lahan, melainkan habitat lima mamalia besar Sumatera, termasuk gajah dan badak, di kawasan konservasi seluas 125.621 hektare.

Karena titik api sulit dijangkau, pemerintah tidak cukup mengandalkan pasukan darat. Tim Alfa, drone termal, drone semprot, pompa air hingga dukungan udara disiapkan mencegah api masuk ke habitat satwa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah terus memantau kondisi kawasan dan satwa.

“Kita terus bersatu padu menanggulangi kebakaran ini, yang paling penting sekarang adalah memastikan api tidak meluas dan kondisi segera terkendali,” kata Mirza, Senin (24/8/2026).

Operasi diawali pemetaan titik panas. Drone termal mencari bara agar personel dapat diarahkan ke lokasi yang berpotensi kembali terbakar.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Selasa (25/8/2026), “Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan termal, di mana kira-kira titik-titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menimbulkan kebakaran.”

Setelah titik panas teridentifikasi, 40 personel Tim Alfa diterjunkan dengan penerjun payung, sementara 15 lainnya diturunkan menggunakan helikopter.

Dukungan teknologi diperluas melalui drone semprot. Kristomei mengatakan, “Sore ini juga kita datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter,” untuk menjangkau titik sulit.

Water bombing disiapkan sebagai opsi pemadaman udara.

Presiden Prabowo Subianto juga memperkenalkan inovasi bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong. Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8/2026), Prabowo menyebutnya “ubi bombing”.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar,” kata Prabowo.

Namun, ubi bombing belum digunakan di Way Kambas. Inovasi tersebut masih didorong untuk dikembangkan dan diuji dalam skala lebih besar.

Operasi Way Kambas mengandalkan kombinasi deteksi dan pemadaman. Drone mencari bara, Tim Alfa masuk ke medan sulit, drone semprot menangani titik tertentu, pompa air mendukung pemadaman darat, sementara water bombing disiapkan dari udara.

Pendekatan ini penting karena kebakaran kawasan konservasi meningkatkan risiko terhadap habitat satwa dan pemulihan ekosistem.

Keberhasilan operasi bukan hanya luas api yang padam. Titik panas harus tidak kembali menyala dan api tidak bergerak menuju habitat satwa.

Way Kambas memperlihatkan penanganan karhutla membutuhkan data, personel, teknologi dan kapasitas pemadaman untuk menahan api sebelum kerusakan ekologis membesar. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi

22 Oktober 2026 - 22:00 WIB

KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, KKP Perkuat Konservasi Laut dan Pengawasan IUU Fishing

22 Oktober 2026 - 10:10 WIB

MRA Indonesia–Portugal Buka Peluang Awak Kapal Perikanan Indonesia Bekerja di Level Global

22 Oktober 2026 - 06:24 WIB

KKP Catat Kinerja Positif, Produksi Perikanan Capai 26,25 Juta Ton

22 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KKP Pulihkan Usaha Perikanan Pascabencana Sumatra

21 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Napas Lega Petani Indonesia: Gebrakan 2 Tahun Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk dan Kunci Harga Gabah ‎

21 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat

21 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Pangkalan PLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada untuk Tangani Kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda

20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Trending di ANJUNGAN