Menu ✖

Mode Gelap
BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik

PERON

Rumah Singgah KAI Jadi Ruang Istirahat Pekerja di Lintas Sumatera Selatan-Lampung

badge-check


 Rumah Singgah KAI Jadi Ruang Istirahat Pekerja di Lintas Sumatera Selatan-Lampung Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di sejumlah lintas kereta api Sumatera Selatan dan Lampung, terdapat stasiun yang berada cukup jauh dari kawasan permukiman. Sebagian dikelilingi perkebunan, hutan, serta akses perjalanan yang semakin sepi ketika malam tiba.

Bagi pekerja stasiun yang menyelesaikan dinasan pada malam hari, kondisi tersebut membuat perjalanan pulang perlu dipertimbangkan dengan cermat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan rumah singgah di sejumlah titik sebagai ruang beristirahat sebelum pekerja melanjutkan perjalanan ketika kondisi lebih memungkinkan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, rumah singgah disediakan dengan menyesuaikan karakter wilayah kerja dan kebutuhan pekerja di lapangan.

“Di beberapa lokasi, pekerja kami berdinas cukup jauh dari permukiman dan perjalanan pulang dapat melewati perkebunan maupun kawasan yang sepi. Ketika dinasan berakhir malam hari, rumah singgah memberi pilihan bagi mereka untuk beristirahat lebih dahulu,” ujar Anne.

Di wilayah Divre III Palembang, fasilitas tersebut antara lain terdapat di Payakabung, Serdang, Karangenda, Gunungmegang, Muaragula, Muaralawai, Sukacinta, Simpang, Gelumbang, Penanggiran, dan Merapi. Sementara di wilayah Divre IV Tanjungkarang, rumah singgah tersedia di sejumlah titik seperti Rengas, Tulungbuyut, Negeri Agung, Tanjungrajo, Waypisang, Sungai Tuha, Gilas, Lubukbatang, serta lokasi lainnya.

Yang menarik, sejumlah rumah singgah tersebut membawa nuansa Rumah Limas, arsitektur tradisional yang lekat dengan Sumatera Selatan. Karakternya terlihat pada bentuk atap limas yang dominan, bangunan yang ditinggikan, teritisan lebar, ornamen geometris, kisi-kisi, serta elemen bernuansa kayu.

Rumah Limas berkembang bersama kehidupan masyarakat Palembang dan lingkungan Sumatera Selatan yang dekat dengan Sungai Musi, rawa, serta iklim tropis. Dalam kehidupan masyarakat, rumah juga menjadi ruang untuk beristirahat, berkumpul, dan menjalani aktivitas bersama. Semangat tersebut kemudian memperoleh konteks baru pada rumah singgah KAI.

“Sentuhan Rumah Limas membuat ruang istirahat pekerja memiliki kedekatan dengan daerah tempat mereka bertugas. Fungsinya mengikuti kebutuhan masa kini, sementara arsitekturnya membawa identitas lokal yang tetap terasa,” kata Anne.

Perhatian terhadap pekerja menjadi bagian penting bagi KAI. Per Juni 2026, KAI Induk didukung 28.003 pekerja, dengan 20.446 pekerja atau sekitar 73 persen berada pada rentang usia 18–40 tahun.

Pengalaman bekerja di KAI juga memperoleh pengakuan eksternal. Dalam Indonesia’s Best Employers 2026 yang disusun Tempo bersama Statista, KAI meraih peringkat kedua secara nasional dengan skor 96,25. Penilaian mencakup antara lain budaya kerja, kesempatan pengembangan, lingkungan kerja, keberagaman, citra perusahaan, serta rekomendasi pekerja terhadap perusahaan.

Menurut Anne, kualitas lingkungan kerja perlu dirasakan sampai ke titik operasional yang jauh dari pusat kota.

“Perjalanan kereta api dijaga oleh pekerja dengan kondisi tempat tugas yang sangat beragam. Bagi rekan-rekan yang berdinas jauh dari permukiman, ruang istirahat yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi mereka,” tutup Anne.

Di tengah bentang perkebunan, hutan, desa, dan kota yang dilewati rel di Sumatera Selatan dan Lampung, rumah singgah menjadi ruang sederhana dengan fungsi yang dekat dengan keseharian pekerja.(fahmi)

Baca Lainnya

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di PERON