Wartatrans.com, FAKFAK — Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua Barat, termasuk Kabupaten Fakfak.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani, anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 tercatat mencapai +2,97°C. Angka tersebut menunjukkan suhu permukaan laut lebih hangat dibandingkan kondisi normal dan mengindikasikan El Nino dalam kategori sangat kuat.
BMKG mencatat anomali tersebut mengalami peningkatan secara bertahap sejak Mei hingga September 2026. Kondisi El Nino diprakirakan masih bertahan hingga awal 2027.
Hingga dasarian II September 2026, sebagian besar wilayah Zona Musim (ZOM) di Papua Barat masih berada dalam periode musim kemarau, dengan pengecualian Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan berkurangnya intensitas hujan, bertambahnya hari tanpa hujan, menurunnya ketersediaan air tanah, meningkatnya suhu udara pada siang hari, serta semakin keringnya kondisi lahan.
Situasi lahan yang semakin kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
1.293 Hotspot Terdeteksi di Papua Barat
Potensi karhutla tersebut tercermin dari hasil pemantauan hotspot pada 30 September 2026. BMKG mencatat terdapat 1.293 titik hotspot yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.251 titik atau 96,8 persen berada pada tingkat kepercayaan sedang. Sebanyak 35 titik atau 2,7 persen memiliki tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan 7 titik atau 0,5 persen berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Kabupaten Fakfak tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 669 titik. Selanjutnya Kabupaten Kaimana dengan 348 titik dan Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 271 titik.
Data tersebut menempatkan Fakfak sebagai wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di Papua Barat berdasarkan pemantauan pada 30 September 2026.
Meski demikian, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh titik merupakan kebakaran aktif. Tingkat kepercayaan hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dan tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.
Tiga Tingkat Kepercayaan Hotspot
Dalam pemantauan hotspot, terdapat tiga kategori tingkat kepercayaan, yakni rendah, sedang, dan tinggi.
Hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah menunjukkan kemungkinan adanya titik api yang relatif kecil sehingga masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, tingkat kepercayaan sedang menunjukkan kemungkinan yang cukup besar adanya titik api di lapangan.
Adapun tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan kemungkinan besar terdapat titik api aktif sehingga perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penanganan di lapangan.
Pemerintah dan Masyarakat Diminta Waspada
Dengan kondisi El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 serta musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Papua Barat, BMKG merekomendasikan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering.
Apabila menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas.
Instansi terkait juga direkomendasikan meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, sekaligus memperkuat sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla.
Selain itu, ketersediaan sumber air, peralatan pemadam kebakaran, serta cadangan air perlu dipastikan untuk mendukung upaya pemadaman dan menghadapi kondisi musim kemarau.
Tingginya jumlah hotspot di Fakfak menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama karena kondisi kering diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini berdasarkan pembaruan kondisi terbaru. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui kantor UPT BMKG terdekat maupun kanal resmi informasi BMKG.*** (ASAH)
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani, Manokwari, 1 Oktober 2026.






















