Wartatrans.com, FAKFAK — Kepedulian terhadap akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil terus dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial. Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMPRI) Kabupaten Fakfak bersama Puskesmas Karas menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat Kampung Antalisa, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan tersebut telah berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 10.00 WIT hingga 14.00 WIT. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Lahirnya Pancasila sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat terkhusus Pemerintah Daerah dalam mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak.
Ketua Umum BMPRI Kabupaten Fakfak, Safi Yarkudan, S.Sos., mengatakan organisasi yang dipimpinnya berupaya menjadi mitra pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung bagi warga masyarakat.
Menurut Safi, salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah menghadirkan pelayanan sosial di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
“Daerah-daerah yang terpencil dan tidak mudah dijangkau, baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun pendidikan, akan menjadi perhatian kami. Karena itu, kami turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan seperti bakti sosial dan pengobatan gratis,” ujar Safi.

Ia menjelaskan, kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Distrik Karas saja. BMPRI sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan pengobatan gratis di sejumlah distrik, di antaranya di Distrik Kramomongga dan Distrik Krambelang.
Khusus di Kampung Antalisa, kegiatan pengobatan gratis mendapat dukungan dari Puskesmas Karas dengan melibatkan dokter dan tenaga kesehatan. Kehadiran pelayanan kesehatan langsung di tengah masyarakat dinilai penting karena masih terdapat warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kendala transportasi dan biaya perjalanan yang cukup tinggi.
“Kadang-kadang masyarakat sudah sakit, tetapi karena pertimbangan biaya transportasi yang cukup tinggi untuk menuju pusat distrik dan puskesmas, mereka memilih untuk tidak berobat.
Safi menegaskan, keberadaan BMPRI di tengah masyarakat bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial semata, tetapi berupaya membantu mendekatkan pelayanan dasar kepada warga.
“Tujuan utama kami adalah mendekatkan kesehatan kepada masyarakat, mendekatkan pendidikan kepada masyarakat, serta membangun kerja sama dengan pemerintah kampung untuk melaksanakan berbagai program,”ujarnya.
Selain pengobatan gratis, BMPRI juga menyebut kegiatan sosial lainnya yang menjadi bagian dari program organisasi, termasuk pendidikan bela negara serta kerja sama dengan pemerintah kampung dalam mendukung berbagai program pembangunan di waktu yang akan datang.
Kegiatan pengobatan gratis di Kampung Antalisa turut dihadiri Kapolsek Karas Ipda Aqbar Amir Fandhy, S.H., Kepala Puskesmas Karas beserta tenaga kesehatan, Babinsa Kampung Antalisa, Bhabinkamtibmas Kampung Antalisa, Ketua Bamuskam Kampung Antalisa, tokoh masyarakat, serta warga Kampung Antalisa.
Pada akhir kegiatan, penutupan dilakukan oleh Kapolsek Karas, Ipda Aqbar Amir Fandhy, S.H., yang diberikan kesempatan untuk mewakili Ketua BMPRI.
Dalam sambutannya, Kapolsek Karas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BMPRI serta Puskesmas Karas yang telah menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat di Distrik Karas, khususnya warga Kampung Antalisa.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat Kampung Antalisa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dihadirkan langsung ke kampung memberikan kemudahan bagi masyarakat karena warga tidak harus menempuh perjalanan menuju pusat distrik untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.*** (ASAH)






















