Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

ANJUNGAN

Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

badge-check


 Istimewa Perbesar

Istimewa

Wartatrans.com, JAKARTA – Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam, dan dijadwalkan tiba pada 20 September 2026.

Kapal hibah Italia yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada itu disiapkan untuk dua fungsi yakni pertahanan dan operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanganan bencana.

Kedatangan Garibaldi beriringan dengan penyelesaian pangkalan di Teluk Ratai, Lampung. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul mengatakan fasilitas tersebut memasuki tahap akhir.

“Untuk kesiapan infrastruktur pangkalan di Lampung sementara progress finishing yang diharapkan saat kedatangan Garibaldi ke Indonesia sudah rampung,” kata Tunggul di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kapal tersebut diarahkan mendukung OMSP, termasuk misi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Fungsi itu relevan bagi Indonesia yang menghadapi bencana dengan dampak luas. Ketika akses jalan atau bandara terputus, kapal dengan kemampuan operasi helikopter, dapat berfungsi sebagai pangkalan bergerak untuk membawa personel, logistik dan bantuan ke wilayah terdampak.

Di sisi pertahanan, kemampuan Garibaldi harus dibaca sesuai kelasnya. Pengamat pertahanan Gerry Soejatman menempatkan kapal tersebut dalam kategori light aircraft carrier.

“Kita perlu membagi dua kategori kapal induk, yaitu yang dapat beroperasi sebagai kekuatan utama sepenuhnya dengan kemampuan air wings yang mumpuni. Lalu, berfungsi untuk gelar operasi dan ada jenis light aircraft carrier seperti ITS Giuseppe Garibaldi masuk dalam kelas ini,” kata Gerry dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, bobot penuh 13.850 ton, kecepatan maksimum 30 knot dan jangkauan sekitar 7.000 mil laut. Kapasitas itu memberi Indonesia platform udara bergerak, tetapi efektivitasnya bergantung pada awak, helikopter, kapal pendamping dan infrastruktur.

Pembangunan Teluk Ratai yang mencapai 76 persen pada 20 Juli 2026 menunjukkan transfer Garibaldi bukan sekadar pemindahan kapal, tetapi pembangunan ekosistem operasi. Di balik status hibah, kebutuhan investasinya justru besar.

Nilai hibah Giuseppe Garibaldi tercatat EUR54.022.426,67 atau sekitar Rp1,1 triliun. Sementara kebutuhan retrofit diperkirakan mencapai Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun, sehingga angka tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai biaya final atau pagu resmi pemerintah.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama pemerintah pada 20 Juli 2026, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyoroti kebutuhan biaya operasi kapal. Angka EUR5 juta per bulan ditempatkan sebagai estimasi yang muncul dalam pembahasan DPR, bukan sebagai pagu resmi pemerintah.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi berapa harga kapal yang diperoleh melalui hibah, melainkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun kemampuan operasionalnya. Kapalnya hibah, tetapi membangun kemampuan kapal induk tidak gratis.

Nilai strategis Garibaldi akhirnya ditentukan oleh kemampuan Indonesia menjalankan dua fungsi tersebut secara konsisten, sebagai aset pertahanan sekaligus platform respons bencana. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

Strategi Urai Kepadatan dan Perkuat Layanan Ketapang-Gilimanuk jadi Bahasan Menarik

11 September 2026 - 19:06 WIB

IPCM Ajak Generasi Muda Melek Investasi, Wujudkan Generasi Cerdas Finansial

11 September 2026 - 18:10 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Operasional, IPC TPK Sabet Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

11 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Pencarian Jurnalis, Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas

11 September 2026 - 13:49 WIB

ASDP Ungkap Penyebab Antrean Ketapang-Gilimanuk

11 September 2026 - 12:33 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Penembakan di Papua Pegunungan, Mujiburrohman Pertanyakan Sikap Aktivis HAM

11 September 2026 - 08:56 WIB

Menhub Dudy Prihatin 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Liput Gunung Anak Krakatau

11 September 2026 - 05:25 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara

10 September 2026 - 10:35 WIB

Trending di ANJUNGAN